BI Upayakan Implementasi QRIS ke 8 Negara

Reporter : Peni Widarti
Ekonom Senior Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran Bank Indonesia, Willy Togi menjadi pembicara dalam Capacity Building Bank Indonesia Media Jatim di Bandung, Sabtu (14/2/2026). Foto : Peni Widarti

JATIMKINI.COM, Bank Indonesia saat ini terus berupaya untuk memperluas layanan pembayaran digital melalui Quick Response Code Indonesia Standard (QRIS) ke berbagai negara yang diproyeksikan menyasar 8 negara.

Saat ini QRIS sudah bisa digunakan di negara  Thailand sejak 2022, Malaysia dan Singapura sejak 2023, dan Jepang (ID inbound) sejak 2025. Sedangkan negara dalam terus berprogres yakni India (on the pipeline), Uni Emirat Arab (UEA), China (ID inbound), dan Korea Selatan (ID inbound).

Baca juga: Arus Kas Keluar RI Bakal Naik 15% Saat Ramadan & Idulfitri 2026 

Ekonom Senior Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran Bank Indonesia, Willy Togi mengatakan secara umum, strategi perluasan QRIS tahun ini akan mengangkat tema kemerdekaan RI yang diperingati pada 17/8/1945. Untuk itu, tahun ini diproyeksikan akan ada 17 miliar transaksi, dengan target 8 negara, dan 45 juta merchant, serta 60 juta pengguna.

“Target ini diselaraskan dengan arah komunikasi pemerintah, yakni kerakyatan yang didominasi merchant UMKM, jumlah pengguna dan transaksaksi yang mengedapankan inklusivitas, serta perluasan ke 8 negara,” jelasnya saat menjadi pembicara dalam Capacity Building Bank Indonesia Media Jatim di Bandung, Sabtu (14/2/2026).

Dia memaparkan, untuk QRIS Antar Negara ini memiliki beberapa prinsip kerja sama, di antaranya transaksi QR Cross Border menawarkan biaya yang lebih efisien dibandingkan metode lain, seperti kartu kredit, tarik tunai ATM di luar negeri dan transkasi penukaran uang. 

Selain itu, prinsip penyelesaian transaksi QR Cross Border Payment menggunakan skema Local Currency Transaction (LCT) berdasarkan perjanjian kerja sama antar bank sentral.

Baca juga: Kebun Eptilu Garut : Hortikultura Modern Binaan BI Sukses Tingkatkan Produktivitas

“Prinsip yang terakhir yakni internkoneksi antar switching kedua negara untuk memproses transaksi QR Cross Border dan settlement melalui bank ACCD,” imbuhnya.

Ia menjelaskan, fokus utama dalam implementasi perluasan QRIS ini adalah supply yakni onboarding merchant dan perluasan issuer (QRIS CB), serta fokus pada demand yakni permintaan new market seperti wisatawan mancanegara (QRIS CB) dan transportasi (QRIS Tap).

“Pasca pelaksanaan program akseptasi QRIS ini, capaian volumenya terus meningkat dan membentuk captive market baru pada periode-periode selanjutnya, dan hal yang sama terjadi pada periode setelah Lebaran, hal ubu mulai mengindikasikan bahwa ekosistem QR sudah semakin luas,” ungkapnya.

Baca juga: Ekonomi Jatim 2026 Diproyeksi Tumbuh 5,7%, Mesin Ekonomi Harus Dipanasi Sejak Awal Tahun

BI mencatat, hingga Januari 2026, jumlah merchat QRIS di Indonesia telah mencapai 43,29 juta merchant yang disumbang sektor UMKM sebesar 95,97%.   Selama 2025 saja, terdapat 4,1 juta pengguna baru, dengan volume transaksi 15,51 miliar transaksi, dengan nilai mencapai Rp460,99 triliun hingga akhir 2025.

 

Editor : Peni Widarti

Ekonomi
Berita Populer
Berita Terbaru