Stafsus Presiden Tawarkan Opsi Tekan Komponen Biaya Haji

Reporter : Rochman Arief
Jemaah haji saat check in di Bandara Internasional Juanda.

JATIMKINI.COM, Penasihat Khusus Presiden Bidang Haji, Muhadjir Effendy meminta efisiensi biaya penyelenggaraan ibadah haji (BPIH) tidak mengurangi mutu layanan. Permintaan ini tak lepas dari struktur biaya haji yang didominasi akomodasi, konsumsi, dan transportasi pesawat yang masih memakai sistem carter. 

Sistem carter ini membuat beban biaya tiket menjadi berlipat, dari yang seharusnya dua kali menjadi empat kali. Di masa mendatang, sistem carter bisa diganti dengan penerbangan komersial untuk menekan biaya.

Baca juga: Menhaj Opsi Strategis Bandara Dhoho Kediri layak Angkut Jemaah Haji

“Pemerintah berupaya melakukan kontrak jangka panjang dengan penyedia layanan pemondokan dan katering, guna memperoleh harga yang lebih stabil dan kompetitif,” kata Muhadjir, Minggu (15/2/2026).

Hadir dalam rapat kerja wilayah Lembaga Penyelenggaraan Haji dan Umrah Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur di Surabaya, ia menegaskan tata ulang sistem pemondokan menjadi langkah penting

Menurutnya, jemaah Indonesia sejauh ini tersebar di berbagai wilayah di Makkah. Akibatnya membutuhkan tata kelola transportasi dan layanan lain, yang berpotensi menambah biaya. Ia beharap pengelolaan yang lebih terintegrasi, bisa menakan biaya operasional tanpa mengurangi kenyamanan jemaah. 

Baca juga: Sukadiono Terima Lencana Kehormatan Jer Basuki Mawa Beya dari Gubernur Jatim

“Rencana pembangunan kawasan pemondokan terpadu atau Kampung Haji menjadi solusi jangka panjang, untuk mengendalikan biaya sewa hotel yang setiap tahun naik,” ujar mantan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan ini.

Opsi lain yang ia diskusikan adalah pemanfaatan Bandara Thaif sebagai alternatif. Sebab, selama ini jemaah kerap memanfaatkan Bandara King Abdul Aziz di Jeddah yang cukup sesak. 

Baca juga: Kloter Pertama Haji Mendarat di Juanda, Sambut Kepulangan Tamu Allah

“Skema ini bisa mengurangi kepadatan, mempercepat mobilitas jemaah menuju Makkah, serta menekan biaya transportasi darat. Kemudian, pengaturan jadwal penerbangan yang lebih efisien juga bisa mengurangi beban biaya airline,” lanjutnya menambahkan.

Opsi lain yang tengah ditawarkan kepada pemerintah adalah memperkuat sistem katering terpusat dengan pengawasan mutu untuk menjaga kualitas makanan. Pengadaan bahan makanan dalam jumlah besar memungkinkan tercapainya skala ekonomi yang berdampak pada efisiensi biaya.

Editor : Rochman Arief

Ekonomi
Berita Populer
Berita Terbaru