Lembah Karangduren Jadi Kawah Candradimuka Mahasiswa Poltekkes Kemenkes Malang Cakap BCLS

Reporter : Penulis Lepas
Mahasiswa Poltekkes Kemenkes Malang mengikuti pelatihan Basic Cardiac Life Support (BCLS) dan keselamatan di air. Foto: Jatimkini/ist

JATIMKINI.COM, Lembah Karangduren, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang, Jawa Timur, menjadi kawah candradimuka bagi mahasiswa Poltekkes Kemenkes Malang. Destinasi yang menjadi posko Rescue Bela Negara itu konsisten mengembangkan pendidikan dan pelatihan berbasis pengabdian masyarakat.

Di lahan sekitar 1 hektare tak jauh dengan aliran Sungai Brantas ini menjadi tempat berkumpul sumber daya manusia berkompeten bidang Basic Cardiac Life Support (BCLS) dan keselamatan di air. Bahkan, kawasan yang eksotis tersebut sebagai destinasi wisata ramah lingkungan lengkap dengan areal perkemahan bakti. Pengunjung juga bisa menikmati kuliner Nusantara dan wedang kopi khas Malang.

Baca juga: Peran Strategis UKM Polkesma dalam Penguatan Bela Negara di Era Global

Pagi itu, sebanyak 223 mahasiswa Jurusan Rekam Medis dan Informasi Kesehatan (RMIK) terlihat serius mengikuti pelatihan dan sertifikasi BCLS. Mereka dibekali pengetahuan dan keahlian menjadi bagian dari mata kuliah wajib penanggulangan krisis kesehatan pada bencana di Poltekkes Kemenkes yang diselenggarakan di seluruh Indonesia.

"Penguasaan materi ini penting sebagai bekal mahasiswa untuk menjadi tenaga cadangan kesehatan saat terjadi krisis kesehatan," tegas Dosen Poltekkes Kemenkes Malang, Dr. Ganif Djuwadi, kemarin.

"Setelah mengikuti pelatihan, mahasiswa diharapkan memahami sistem kegawatdaruratan, mengenali peran pertolongan pertama di tempat kerja, serta mampu mengidentifikasi dan melaporkan situasi darurat sesuai prosedur yang berlaku," kata Ganif yang juga menjabat Ketua Rescue Bela Negara Malang Raya.

Baca juga: Tingkatkan Edukasi dan Sinergi Bersama untuk Mencegah Prevalensi Hipertensi pada Remaja

Selain itu, mahasiswa diharapkan mampu memberikan pertolongan pertama secara tepat pada kasus yang mengancam nyawa, baik akibat kondisi medis maupun kecelakaan, hingga tenaga medis profesional tiba di lokasi. Mereka juga diproyeksikan menjadi bagian pendukung dalam sistem respons penyelamatan pertama.

Kegiatan yang berlangsung pada 9-11 Februari 2026 itu telah diawali pada 2-3 Februari 2026 bekerja sama dengan PMI Kota Batu. Setelah pembukaan, para mahasiswa mengikuti diklat intensif dan uji kompetensi.

"Pelatihan diberikan melalui sesi teori dan praktik. Mahasiswa yang dinyatakan lulus uji kompetensi berhak memperoleh sertifikat BCLS," tuturnya.

Baca juga: Sahabat Peduli Kanker Malang Galang Dukungan Bantu Penyintas Kanker Payudara

Dosen Jurusan RMIK Poltekkes Kemenkes Malang, Bernadus Rudy Sunindya, menambahkan diklat ini menjadi bekal penting bagi mahasiswa, khususnya saat menjalani praktik kuliah lapangan maupun pengabdian masyarakat. Sejumlah institusi dan perusahaan, kata dia, mensyaratkan kompetensi BCLS bagi mahasiswa praktik.

“Tenaga kesehatan harus memiliki keterampilan bantuan hidup dasar. Sebagai penolong, mereka harus kompeten karena pertolongan yang cepat dan tepat akan meningkatkan peluang keselamatan korban,” ujarnya.

Editor : Bagus Suryo

Ekonomi
Berita Populer
Berita Terbaru