JATIMKINI.COM, Upaya menumbuhkan minat baca sejak usia dini terus dilakukan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Airlangga (Unair). Melalui program pengabdian kepada masyarakat, FEB Unair menyasar anak-anak taman kanak-kanak di wilayah pedesaan sebagai langkah awal membangun fondasi literasi.
Kali ini, kegiatan peningkatan minat baca digelar di TK Rimba Harapan, Desa Marmoyo, Kecamatan Kabuh, Kabupaten Jombang, Senin (15/12/2025). Ini merupakan kali kedua tim Pengmas FEB Unair di TK tersebut, setelah sebelumnya memberi literasi keuangan.
Baca juga: FEB Unair Tanamkan Literasi Keuangan Sejak Dini di TK Rimba Harapan Jombang
Tidak jauh berbeda dengan peserta sebelumnya, sedikitnya 16 anak mengikuti kegiatan bertema “Mari Mengenal Uang” yang dikemas secara edukatif.
Tim Pengmas FEB Unair menilai, minat baca perlu ditanamkan sejak dini sebagai kunci perkembangan kognitif, bahasa, dan sosial anak. Tanpa kebiasaan membaca, anak akan kesulitan mengembangkan daya imajinasi dan kemampuan berpikir kritis.
“Melalui membaca, anak-anak tidak hanya belajar mengenal kata, tetapi juga memahami dunia di sekitarnya. Inilah fondasi penting bagi proses belajar mereka ke depan,” ujar Tim Pengmas FEB Unair, Santi Novita.
Kegiatan diawali dengan sesi perkenalan untuk menciptakan suasana akrab. Selanjutnya, materi peningkatan minat baca disampaikan melalui metode storytelling atau bercerita. Topik “Mari Mengenal Uang” dipilih karena dekat dengan kehidupan anak-anak.
Cerita disampaikan menggunakan bahasa sederhana dan contoh konkret, sehingga mudah dipahami. Pendekatan ini membuat anak-anak tertarik mendengarkan cerita sekaligus mengenal bacaan sebagai aktivitas yang menyenangkan, bukan membosankan.
Setelah sesi bercerita, kegiatan dilanjutkan dengan diskusi ringan dan tanya jawab. Anak-anak juga diajak mengikuti praktik sederhana berupa simulasi penggunaan uang. “Interaksi dua arah ini membuat anak-anak aktif dan berani menyampaikan pendapat,” lanjut Santi.
Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan. Anak-anak fokus mendengarkan cerita, berebut menjawab pertanyaan, dan terlibat langsung dalam praktik. Hal ini menunjukkan metode storytelling efektif dalam meningkatkan minat baca sekaligus memperkenalkan pengetahuan dasar.
Kegiatan pengabdian masyarakat ini dinilai berhasil mencapai tujuan. Selain menumbuhkan ketertarikan anak terhadap buku, kegiatan ini juga menjadi sarana pembentukan kebiasaan belajar yang positif sejak usia dini.
Baca juga: RS Asing Bisa Beroperasi di Indonesia, Apa Kata Pakar?
Melihat hasil tersebut, Tim Pengabdian FEB Unair merencanakan tindak lanjut berupa penguatan literasi awal. Salah satunya melalui metode Membaca Nyaring (read aloud) dengan pendekatan visual berupa gambar.
Metode ini dinilai tepat karena tidak semua anak TK mampu membaca secara mandiri. Dengan membaca nyaring, anak tetap terpapar kosakata, struktur bahasa, dan alur cerita, sambil dibantu visual untuk memahami isi bacaan.
“Harapannya, minat baca anak-anak terus tumbuh dan menjadi kebiasaan positif hingga dewasa,” terang Santi memungkasi.
Editor : Rochman Arief