Ekspor Rempah Indonesia ke AS Bebas Cesium-137! Ini Buktinya

Reporter : Rochman Arief
Indonesia melepas rempah tujuan AS senilai Rp14 M bukti bebas Cesium-137 melalui Pelabuhan Tanjung Perak. (Foto: dok.TPS)

JATIMKINI.COM, Ekspor rempah Indonesia ke Amerika Serikat kembali menunjukkan sinyal positif. Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) melepas pengiriman rempah bebas kontaminasi radionuklida Cesium-137 dalam seremoni yang digelar di PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS), Tanjung Perak, Surabaya, Senin (15/12).

Pelepasan ekspor ini menandai kesiapan Indonesia memenuhi standar keamanan pangan internasional sekaligus menjaga keberlanjutan akses pasar rempah di AS, yang selama ini menjadi salah satu tujuan utama ekspor rempah nasional.

Baca juga: Pelabuhan Tanjung Perak Siap Hadapi Lonjakan Penumpang Nataru

Kepala BPOM Taruna Ikrar mengatakan, pengiriman ini menjadi bukti bahwa sistem pengawasan pangan Indonesia mampu menjawab pengetatan kebijakan impor yang diterapkan US Food and Drug Administration (US FDA) terkait temuan kontaminasi Cesium-137 pada sejumlah produk sebelumnya.

“Alhamdulillah, ekspor rempah ke Amerika Serikat dipastikan bebas Cesium-137. Penunjukan BPOM sebagai certifying entity oleh US FDA menunjukkan kepercayaan dunia internasional terhadap sistem pengawasan pangan Indonesia,” ujarnya.

Sebelumnya, US FDA menerapkan Import Alert 99-51 dan 99-52 dengan mekanisme detention without physical examination (DWPE) terhadap sejumlah komoditas asal Indonesia yang dinilai berisiko. Menyikapi hal tersebut, US FDA menunjuk BPOM sebagai certifying entity (CE) untuk memastikan keamanan rempah ke Paman Sam.

Melalui mandat tersebut, BPOM melakukan pemeriksaan fasilitas produksi, verifikasi dokumen, pengambilan sampel, hingga pengujian cemaran radionuklida Cesium-137, sebelum menerbitkan shipment-specific certificate (SSC) sebagai jaminan keamanan ekspor.

Pengujian ini dilakukan menggunakan radioisotope identification device (RIID) bekerja sama dengan Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN) serta Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk pengujian lanjutan di laboratorium.

Pada periode November–Desember 2025, tercatat 125 shipment rempah siap diekspor ke AS. Sebanyak 82 persen telah melalui proses pemindaian dan pengambilan sampel. Hingga 12 Desember 2025, BPOM telah menerbitkan 37 SSC.

Baca juga: TPS Panaskan Operasional Hadapi Lonjakan Arus Peti Kemas Jelang Nataru

Dalam seremoni ini, BPOM melepas delapan peti kemas berisi cengkeh dan kayu manis dengan total volume 174 ton, dengan nilai ekonomi sekitar Rp14 miliar.

Ketua Bidang Komunikasi dan Diplomasi Satgas Penanganan Kontaminasi Cesium-137, Bara Krishna Hasibuan, mengapresiasi langkah cepat BPOM dalam memulihkan ekspor rempah ke pasar Amerika Serikat.

“Pemerintah AS tidak melarang total rempah Indonesia. Yang dilakukan adalah pengetatan melalui skema red list dan yellow list. Produk yang dilepas hari ini berasal dari kategori yellow list dan telah memenuhi seluruh persyaratan,” ujarnya.

Menurutnya, kerja sama BPOM dengan BRIN, BAPETEN, serta kementerian terkait menjadi kunci keberhasilan memastikan rempah Indonesia bebas dari kontaminasi Cesium-137.

Baca juga: TPS Terapkan Layanan BCMS Berstandar Internasional, Seperti Apa?

Dukungan juga datang dari PT Terminal Petikemas Surabaya sebagai lokasi pelepasan ekspor. Direktur Operasi TPS, Noor Budiwan, menyatakan kesiapan pelabuhan dalam mendukung kelancaran ekspor rempah ke Amerika Serikat.

“Pelepasan ekspor ini tidak hanya menegaskan komitmen keamanan pangan, tetapi juga memperkuat peran pelabuhan sebagai simpul penting rantai logistik global. Kami siap mendukung proses ekspor yang aman dan efisien,” katanya menjelaskan.

Melalui pelepasan ekspor ini, pemerintah berharap kepercayaan mitra dagang global terhadap produk pangan Indonesia semakin menguat. 

Editor : Rochman Arief

Ekonomi
Berita Populer
Berita Terbaru