Ajang PON Beladiri 2025 Jatim Turun Peringkat, Jateng Mulai Naik

Reporter : Achmad Arif
Kontingen Jatim harus turun peringkat diajang PON Beladiri, Kudus 2025 setelah tergeser oleh Jateng ( Foto : Istimewa )

JATIMKINI.COM, Kontingen Jawa Tengah berhasil naik peringkat dan menembus tiga besar klasemen sementara PON Beladiri II 2025 di Kudus, setelah menyalip posisi Jawa Timur yang kini harus puas turun ke urutan keempat. Berdasarkan pembaruan data hingga Sabtu (18/10/2025) pukul 20.20 WIB, Jawa Tengah mengoleksi 10 emas, 13 perak, dan 23 perunggu dengan total 46 medali.

Sementara itu, kontingen Jawa Timur yang sempat berada di papan atas kini tertahan di posisi keempat dengan 10 emas, 5 perak, dan 6 perunggu (total 21 medali). Perolehan tersebut membuat selisih poin dengan Jawa Tengah cukup jauh, terutama dari jumlah medali perak dan perunggu.

Baca juga: Jatim Peringkat Ke 3 PON Beladiri 2025. Begini Respon Ketua KONI Jatim

Di sisi lain, Jawa Barat masih kokoh di puncak klasemen dengan dominasi 23 emas, 6 perak, dan 21 perunggu (total 50 medali). Sementara DKI Jakarta menempel di peringkat ketiga dengan 10 emas, 9 perak, dan 16 perunggu (total 35 medali).

Baca juga: Resmi di Tutup PON Beladiri 2025. Ketua KONI Pusat Bilang Begini

Kenaikan signifikan Jawa Tengah tak lepas dari performa impresif para atlet di beberapa cabang beladiri seperti pencak silat dan karate. Tuan rumah berhasil memanfaatkan dukungan publik Kudus untuk menambah pundi-pundi medali.

Meski turun ke posisi empat, peluang Jawa Timur untuk kembali ke tiga besar masih terbuka lebar. Sejumlah nomor pertandingan yang belum dipertandingkan memberi kesempatan bagi kontingen “Bumi Majapahit” mengejar ketertinggalan.

Baca juga: Atlit Ju-Jitsu Jatim Raih Target Juara Umum PON Bela Diri Kudus 2025

Persaingan antarprovinsi di ajang PON Beladiri II 2025 diperkirakan akan semakin sengit dalam beberapa hari ke depan, terutama di antara empat besar  Jawa Barat, Jawa Tengah, DKI Jakarta, dan Jawa Timur yang terus bersaing ketat dalam perebutan medali emas.

Editor : Ali Topan

Ekonomi
Berita Populer
Berita Terbaru