Ketika Pemerintah Tertidur, Rudy Tetap Kibarkan Merah Putih di Panggung Dunia

Reporter : Rokimdakas
Pinisi Pusaka Nusantara hasil program rekonstruksi perahu pinisi yang diinisiasi oleh Rudy T Mintarto. ( Foto : Istimewa ) ‎

JATIMKINI.COM, Di tangan Rudy T Mintarto, anggrek menjelma menjadi simbol kehormatan bangsa. Arsitek asal Surabaya ini selama lima belas tahun menjadi wajah Indonesia di berbagai pameran internasional tanpa dukungan pemerintah sedikit pun.

Baca juga: 20 Mei 1908 Gerakan Kaum Muda Terdidik

Sejak menerbitkan majalah Orchid Indonesia pada 2008 selama empat tahun, alumnus Universitas Udayana Denpasar Bali itu tak pernah absen membawa nama Indonesia. 

‎“Belum pernah saya mendapat dukungan atau perhatian apa pun dari pemerintah,” ujarnya lirih tapi mantap.

‎Tahun 2023 menjadi saksi keteguhannya. Rudy menerima tiga undangan bergengsi: APOC 13 di Singapura, Jiangxi Orchid Show di China, dan Okinawa Orchid Show di Jepang. Dalam APOC 13, Indonesia yang dia wakili meraih Juara Tiga, prestasi yang patut disyukuri.

‎“Panitia even dunia itu aneh juga, hanya saya yang diundang mewakili Indonesia,” katanya tersenyum. Tahun depan, Februari 2026, Rudy kembali diundang ke Okinawa Jepang, tapi masih harus memutar otak agar bisa berangkat. 

‎Perjuangan itu bukan tanpa pengorbanan. Ia pernah hanya difasilitasi lima hari padahal pameran sembilan hari, hingga terpaksa pulang lebih awal. “Sisanya tak sanggup saya biayai,” ujarnya. Banyak pula bunga dan properti pamerannya ditinggalkan di luar negeri karena biaya bea cukai yang tinggi.

‎Namun kisah paling ironis terjadi di Singapura, sebelum pandemi. KBRI menawarinya tempat menginap, yang ternyata ruang penjara. Rudy hanya tertawa getir. “Ya wis lah, barang wis kadung,” kelakarnya dalam logat Surabaya.

‎Lebih menyakitkan, pada 2023 kepesertaannya diklaim oknum KBRI yang berswafoto di depan stan Indonesia tanpa menyebut namanya. “Sudah nggak membantu, malah ngrusuhi,” katanya pahit.

‎Padahal di setiap ajang, Rudy selalu menampilkan keindahan flora dan budaya Nusantara. “Saya datang bukan untuk pribadi, tapi karena mereka mengundang Indonesia,” ujarnya tegas.

‎Selain anggrek, Rudy juga menggagas proyek Pinisi Pusaka Indonesia tahun 2015 di Makassar, sebagai sarana edukasi maritim. Kini banyak yang menirunya sebagai wisata bahari.

‎KinibRudy tengah menyiapkan Peringatan 97 Tahun Lagu Kebangsaan Indonesia Raya, Selasa, 28 Oktober 2025 pukul 15.00. 

‎Acara dimulai dari Museum W.R. Soepratman, Jalan Mangga, dilanjutkan arak-arakan ke makam sang pencipta lagu kebangsaan di Jalan Kenjeran, Rangkah, Surabaya.

‎Rangkaian kegiatan meliputi Pidato Kebangsaan oleh Dr. Airlangga Pribadi Kusman, teatrikal Sumpah Pemuda oleh mahasiswa STKW, serta paduan suara Mas Trip menyanyikan Indonesia Raya 3 Stanza secara kolosal.

‎“Sudah saatnya kita menyanyikan Indonesia Raya tiga stanza agar semangat kebangsaan itu hidup lagi, bukan hanya di lirik tapi di dalam jiwa,” tegasnya.

‎Ketika pemerintah tertidur, Rudy tetap terjaga menjaga kehormatan bangsa lewat nada dan bunga. Dua bahasa universal yang tak perlu izin diplomatik untuk menyentuh hati manusia.

Editor : Ali Topan

Ekonomi
Berita Populer
Berita Terbaru