Generasi Muda Malang Raya Pelatihan Rescue Bahari Bela Negara

jatimkini.com

Rescue Bela Negara Malang Raya, Jawa Timur, getol melatih para pemuda sampai pelosok desa tentang keterampilan rescue. Kali ini orientasi dan pelatihan Bahari Bela Negara dilaksanakan oleh Saka Bahari Kwarcab Malang.

Pelatihan pada 17-19 Juni 2022 di Desa Sumbertaman, Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang, diikuti 40 peserta.

Para instruktur dari Rescue Bela Negara Malang Raya memberikan materi dasar RTRGTC, yakni Reach, Throw, Row, Go, Tow & Carry.

"Pelatihan teori dan praktik termasuk olah gerak perahu karet mulai dari memeriksa kelayakan perahu, membawa perahu sampai teknik dasar mendayung," tegas Ketua Rescue Bela Negara Malang Raya Ganif Djuwadi, Jumat (24/6).

Selanjutnya para peserta mendapatkan materi RTRGTC sesuai tahapan. Penerapannya, upaya reach merupakan teknik pertolongan dari darat atau pinggir perairan. Bantuan pertolongan diberikan dengan cara menjangkau atau meraih korban.

Teknik throw merupakan tahapan lanjutan dari reach. Pertolongan diberikan dengan cara melempar alat bantu apung ke posisi korban dari pinggir atau tempat yang aman.

Adapun row menjadi tahapan yang harus dilakukan bila upaya reach dan throw sudah tidak bisa dilakukan.

"Penyelamat harus mendekati korban dengan menggunakan perahu, kano, papan dan alat bantu semacamnya," katanya.

Setelah dekat dengan korban, lanjutnya, penyelamat agar menggunakan tahapan reach atau throw.

Pada tahapan penyelamatan go, seorang penyelamat berenang mendekati korban dengan membawa alat apung untuk memberikan pertolongan.

Sedangkan tahapan tow & carry merupakan metode yang paling beresiko bagi penyelamat. Pasalnya, penyelamat harus kontak langsung dengan korban. Untuk menghindari kondisi yang buruk bagi penyelamat, maka penyelamat harus punya pengetahuan keterampilan Defend and Release.

Menurut Ganif, pelatihan ini wujud nyata Rescue Bela Negara dalam memberikan bekal pada generasi muda. Tujuannya agar mereka rela berkorban pada bangsa dan negara melalui wadah saka bahari.

Editor : Redaksi

Ekonomi
Berita Populer
Berita Terbaru