Gunakan Listrik Secara Aman, Simak 4 Modus Penggunaan Listrik Ilegal yang Harus Dihindari

jatimkini.com
Personel PLN dibekali pengetahuan dan peraturan mengenai keselamatan ketenagalistrikan. (PLN for Jatim kini.com)

JATIMKINI.COM, PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Timur ajak seluruh masyarakat memahami dan peduli penggunaan listrik secara legal. General Manager PLN UID Jawa Timur Agus Kuswardoyo paparkan ada 4 jenis modus penggunaan listrik secara ilegal.

“Pertama, mengganti Miniatur Circuit Breaker (MCB) meteran listrik sehingga daya listrik yang digunakan lebih tinggi dari seharusnya. Kedua, mempengaruhi pengukuran kWh meter sehingga tidak menunjukkan pemakaian sebenarnya,” jelas Agus.

Baca juga: PLN Elektrifikasi 21 Ribu Petani Buah Naga di Banyuwangi, Dorong Ekonomi Kerakyatan

Yang ketiga adalah gabungan pelanggaran jenis pertama dan kedua yakni mengubah daya listrik sekaligus mengakali meteran. Untuk modus pelanggaran keempat ialah membuat sambungan listrik dari jaringan listrik PLN misalnya Penerangan Jalan Umum (PJU).

“Untuk pelanggaran jenis keempat banyak sekali kita jumpai dan masyarakat tidak menyadari bahwa hal tersebut adalah pelanggaran. Penggunaan listrik ilegal ini selanjutnya dapat dikenai sanksi berupa pemutusan sementara, pembongkaram sambungan, denda, pembayaran biaya lainnya,” tambah Agus.

PLN juga terus menggiatkan upaya meningkatkan kesadaran masyarakat tentang penggunaan listrik secara aman dan legal. Salah satunya melalui Apel Penertiban Pemakaian Tenaga Listrik (P2TL) gabungan di Bangkalan, Selasa (21/11). Melalui kegiatan ini, personel PLN dibekali pengetahuan dan peraturan mengenai keselamatan ketenagalistrikan sebelum terjun mensosialisasikan ke masyarakat.

Baca juga: Kampung Lali Gadget Antarkan PLN Jatim Raih Nusantara CSR Awards 2025

"Kami berharap masyarakat dapat memahami bahwa pemakaian listrik ilegal dapat merugikan bagi masyarakat sendiri. Untuk penertiban agar selalu mengedepankan tata krama dan SOP yang berlaku," ungkap Agus Kuswardoyo.

Selama apel, dilakukan juga pengecekan peralatan kerja, Alat Pelindung Diri (APD) dan berkas yang akan digunakan dalam pemeriksaan. Hal ini untuk menghindari ketidakakuratan dalam pemeriksaan dan memastikan prosedur yang dilakukan sudah sesuai. Apel P2TL gabungan ini diharapkan dapat menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dan membentuk budaya penggunaan listrik yang bijak. 

Baca juga: PLN Dukung Net Zero Emission di Surabaya Lewat Penanaman 100 Pohon Produktif

Tak hanya itu, Agus juga mengimbau agar masyarakat mewaspadai oknum yang mengatasnamakan PLN.

"Untuk petugas P2TL berpakaian dinas dengan identitas dilengkapi dengan surat tugas resmi dan membawa Berita Acara Pemeriksaan (BAP).

Editor : Redaksi

Ekonomi
Berita Populer
Berita Terbaru