x
x

Pemerintah Puji Industri Garam Perbaiki Kualitas di Tingkat Petani

JATIMKINI.COM, Pemerintah berkomitmen meningkatkan produksi dan kualitas garam di tingkat produsen. Salah satunya memperbaiki produksi dari tingkat petani agar ada jaminan serapan di tingkat industri dalam negeri.

Direktur Jenderal Jasa Kelautan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Miftahul Huda memuji produsen garam, PT Susanti Megah dalam meningkatkan kualitas maupun produksi. Perusahaan ini menggelar gathering dengan memberi edukasi kepada sejumlah petani garam dari berbagai daerah.

“Edukasi ini perlu direplikasi perusahaan lain, agar ada jaminan harga dan serapan garam di tingkat petani. Langkah ini memiliki manfaat besar dari hulu hingga hilir,” katanya di sela gathering dengan petani garam di Surabaya, Jumat (11/8/2023) sore.

Huda, sapaannya, menambahkan tahun ini Indonesia diuntungkan dengan kemarau panjang. Menurut BMKG, tahun ini akan terjadi badai El Nino akibat panjangnya musim kemarau, dan bisa meningkatkan produksi garam.

“Malahan di Madura diperkirakan hujan turun pada Desember. Artinya, kemarau yang panjang tidak hanya meningkatkan produksi, tapi harus dibarengi dengan perbaikan kualitas garam,” Huda menambahkan.

Pemerintah menargetkan produksi garam mencapai 2 juta ton garam lokal tahun ini. Target produksi itu diharapkan bisa menekan impor garam yang disepakati mencapai 2,8 juta ton pada tahun ini.

Presiden Direktur PT Susanti Megah, Hermawan Susanto menegaskan edukasi kualitas garam dengan tingkat petani akan terus dilakukan. Ia berharap petani bisa memproduksi garam yang mendekati produk impor.

“Kalau menyamai garam Australia, rasanya tidak mungkin. Sebab garam Australia dipengaruhi kemarau yang lebih panjang,” ujar Hermawan.

Pembekalan kepada petani garam ini meliputi proses produksi. Selama ini banyak petani yang memanen garam kurang dari dua minggu. Akibatnya garam cenderung basah dan sulit diserap industri. Menurut Hermawan, menjemur garam minimal 2-3 minggu untuk mendapatkan kualitas yang lebih baik.

Susanti Megah menegaskan komitmen terhadap produksi garam yang dihasilkan petani. Sebab perusahaan asal Surabaya ini membutuhkan pasokan 10-12 ribu ton garam petani.

“Itu kalau kondisi cuaca sedang bagus. Tahun lalu produksi garam dalam negeri jatuh, akibat La Nina. Yakni musim hujan yang lebih panjang. Akibatnya realisasi produksi jauh dari target,” imbuhnya.

Hermawan menegaskan siklus seperti ini bisa terjadi 5-6 tahun. Tahun lalu produksi garam di Susanti Megah turut jatuh, akibat musim hujan yang panjang. Namun produksi tahun lalu tertolong serapan garam petani pada tahun sebelumnya.

“Tahun ini tinggal meningkatkan mutu. Misalnya malai dari penjemuran hingga kristalisasi, mumpung kemarau lebih panjang,” pungkasnya.

Berita Terbaru
Rabu, 09 Jul 2025 19:25 WIB

Sempat Terganggu Pasca Insiden RTG, Layanan TPK Bitung Kembali Normal Sejak Awal Juli

JATIMKINI.COM, PT Pelindo Terminal Petikemas berkomitmen melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan kinerja pelayanan peti kemas di TPK Bitung pasca insiden
Rabu, 09 Jul 2025 16:01 WIB

Produksi Melimpah Tapi Perut Rakyat Masih Keroncongan

Dibalik gegap gempita pernyataan pemerintah mengenai keberhasilan sektor pangan nasional, muncul satu ironi yang menggigit
Rabu, 09 Jul 2025 13:36 WIB

Bertepatan Pembukaan Fortasi, SMAMX Beri Reward Siswa Peraih Medali Porprov IX Jatim

Kepala SMA Muhammadiyah 10 (SMAMX) Surabaya resmi memberikan penghargaan dan apresiasi pada 23 siswa peraih medali ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov ) IX
Rabu, 09 Jul 2025 13:32 WIB

PTPN I Regional 5 Beri Bantuan Infrastruktur Pendidikan untuk Yayasan Yatim Kepodang Mandiri Sidoarjo

JATIMKINI.COM, Sebagai wujud nyata kepedulian terhadap pendidikan masyarakat sekitar, PT Perkebunan Nusantara (PTPN) I Regional 5 memberikan bantuan Tanggung
Rabu, 09 Jul 2025 13:26 WIB

Perkembangan Pasar Modal: Stabil tapi Rawan

Perkembangan pasar modal dalam negeri masih resilien meski dihadapkan dengan sejumlah indikator global, yang bisa membawa dampak besar.
Selasa, 08 Jul 2025 19:58 WIB

Kadin Jatim Sebut Tarif Impor AS 32% Justru Bikin Peluang Besar Ekspor Tekstil

JATIMKINI.COM, Kebijakan tarif impor sebesar 32% yang diterapkan pemerintahan Presiden Donald Trump terhadap produk dari berbagai negara Asia menciptakan