JATIMKINI.COM, Anggota Komisi X DPR RI DR Reni Astuti bekerja sama dengan BRIN melakukan edukasi kepada wartawan yang tergabung dalam wadah Jurnalis Dewan Kota Surabaya (Judes) di Rich Palace Surabaya, Sabtu(17/10/2026).
Sebelumnya, Politisi PKS ini telah memberi edukasi kepada pelaku UMKM tentang perlunya AI dalam memasarkan hasil produktifitasnya. Tetapi, untuk para jurnalis AI dimanfaatkan untuk mempermudah membuat berita dan menjauhi dari unsur hoak.
Reni mengaku, peran jurnalis sangat penting dalam pembangunan, khususnya kota Surabaya. Begitu rindunya, ia datang ke Surabaya untuk menyapa Judes.
"Selama 15 tahun menjadi anggota dewan kota Surabaya, saya ditemani wartawan untuk menyuarakan hasil pembangunan, juga menyuarakan hal yang kritis sekalipun. Rekan jurnalis selalu mengawal selagi saya blusukan . Dampaknya terhadap arah kebijakan pemerintah kota", ujarnya.
Reni mengungkapkan, bahwa peran jurnalis dalam menginformasikan lewat pemberitaan sangat dibutuhkan masyarakat. Jika dahulu koran dan tv menjadi santapan mencari berita, kini berita online dan medsos begitu cepat sampai kemayarakat.
"Saat ini semua punya panggung, dengan gadget seorang bisa menvideo kejadian dan langsung mengapload di YouTube. Hal ini membuat para pemimpin tidak bisa tidur," tegasnya.
Reni mengajak para jurnalis dalam berkarya mementingkan fakta dan data yang akurat. Sumber beritanya harus jelas sebagai pertanggung jawaban dan memegang etika jurnalistik.
"Oleh karena itu Pelatihan AI ini dapat bermanfaat untuk para jurnalis. Ia mengaku tetap membangun komunikasi dan silaturohmi dengan Judes. Saya masih menyimpan contact beberapa jurnalis," tuturnya
Sedangkan prof. Hanif mengingatkan, penggunaan AI harus ada batasannya, jangan sampai para jurnalis memakai AI malah terjerat masalah hukum. Tetap bertumpu pada koridor etika jurnalistik.
"Gunakan AI sebagai teman dialog dalam pembuatan berita. Walaupun AI yang membuat berita, namun tetap saja yang bertanggung jawab adalah jurnalis, " ungkapnya.
AI Bisa Mendukung Produktifitas Kerja Jurnalis
Sementara itu Ketua Seksi Kota Surabaya (Judes ) Inyong Maulana mengatakan, kita berharap pelatihan ini bisa untuk mendukung produktivitas kerja jurnalistik.
“Karena kita tahu tantangan media massa saat ini adalah influencer, media sosial, dan salah satunya AI. Ini tantangan kita sebagai jurnalis,” tegasnya.
Ia menambahkan, perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) mulai memberikan perubahan dalam dunia jurnalistik. Teknologi ini membantu jurnalis menyelesaikan berbagai tahapan pekerjaan, mulai dari mengumpulkan data, mentranskripsikan wawancara, mengolah dokumen, hingga menyusun draf berita.
“Penggunaan AI dinilai dapat mempercepat proses produksi berita sehingga jurnalis memiliki lebih banyak waktu untuk melakukan peliputan langsung, menggali informasi, dan memverifikasi fakta di lapangan,” kata Inyong Maulana
Lebih lanjut Inyong mengatakan, kegiatan pelatihan jurnalistik yang digagas Anggota DPR RI Reni Astuti bekerjasama dengan BRIN sangat bermanfaat dalam mendukung kinerja jurnalis (wartawan). Inyong menyebut Bu Reni Rindu Judes, ternyata meskipun sudah di Jakarta (Anggota DPR RI) ternyata masih ingat dengan teman-teman wartawan di Surabaya.
“Begitu ada moment pelatihan AI, ingatnya langsung teman-teman wartawan di Surabaya. Terimakasih Bu Reni atas kesempatannya untuk menambah ilmu pengetahuan di dunia AI,” pungkasnya.
Editor : Ali Topan