JATIMKINI.COM, Sebanyak 64 jurnalis dari berbagai media sejak pagi sudah berkumpul di Hanaka Social Space, Jalan Flores Nomor 18, Surabaya, Sabtu (22/8/2026) kemarin. Berkumpulnya para jurnalis ini bukan untuk meliput melainkan mengikuti kompetisi Domino antar jurnalis untuk memperebutkan Piala Federasi Olahraga Domino Nasional (ORADO) Jawa Timur yang digagas Rumah Literasi Digital (RLD), TIMES Indonesia dan Pewarta Foto Indonesia (PFI) Surabaya sekaligus ikut meriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Piala Federasi Olahraga Domino Nasional (ORADO) Jawa Timur resmi dibuka oleh Asisten I Provinsi Jawa Timur Imam Hidayat dan Ketua Harian ORADO Jawa Timur Mulyadi serta didampingi langsung Direktur RLD Andika Ismawan
Berdasarkan pantauan dilokasi 64 peserta ORADO Jawa Timur ini memiliki nama-nama tim yang unik dan lucu seperti, Dewa Judi, Telor Bunder, Bodrex dan serta anekadot permainan domino bikin perut bisa kaku.
Saat permainan dimulai kebanyakan para peserta memiliki muka wajah cukup serius tetapi tersenyum penuh makna. Sementara dari segi tampilan sebagian peserta ada yang unik yang bikin ketawa semua peserta dan penonton . Salah satu tim sengaja menggunakan kacamata hitam pekat saat bertanding langsung .Dan katanya, itu salah satu syarat dari gurunya saat bertanding. Ada yang lebih lucu lagi, salah satu peserta sengaja mengeluarkan prilaku eneh dan lucu yakni komat-kamit baca mantra bagaikan di film Vampir yang di produksi China dan banyak lagi gaya -gaya lainnya yang bikin ketawa. Dengan begitu, suasana di ajang turnamen Domino Antar Jurnalis berasa memiliki kesatuan yang kuat bagi para profesi jurnalis ini
Sementara dalam permainan domino ini, para peserta dituntut konsentrasi penuh dan kerja sama antar tim. Permainan ini, tidak bisa dianggap remeh karena butuh konsentrasi bagi peserta. Ditelusuri, ada salah satu peserta yang memiliki predikat sebagai atlit ORADO harus kandas ditengah babak penyisihan dibantai oleh peserta yang tidak memiliki pengalaman sama sekali. Ini unik atau karena nasib.
"Ojo diganggu rek aku arep main Iki", kata salah satu peserta yang bergaya ala kacamata Torminator ini.
Selama pertandingan berlangsung, peserta tidak banyak bicara tetapi fokus dengan kartu domino. Hal ini dikarenakan, ada peraturan cukup ketat oleh dewan juri, dimana setiap peserta dilarang bicara, posisi tangan dibawah meja serta tidak perkenankan merokok selama pertandingan berlangsung.
"Tanpa rokok dan kopi berasa hampa pertandingan ini," ucap peserta ini yang di iringi galak ketawa penonton.
Berbeda dengan komentar peserta lainnya, jurnalis yang biasa meliput ekonomi dan bisnis ini mengatakan, bahwa pertandingan domino ini ada dua jenis gaya permainan yakni, permainan ala gardu pos dan lapangan Sawahpolo.
"Umumnya, permainan domino secara singkat dan cepat bisa disebut gaya gardu pos karena dikejar tugas ronda. Nah, kalau permainan makan waktu lama itu disebut gaya lapangan Sawahpolo di era 90 an lapangan itu dibuat main domino sampai pagi disertai kopi satu termos dan rokok," kata pria ini yang bikin semua peserta tertawa terbahak-bahak.
Dibabak final turnamen domino antar jurnalis ini cukup memakan waktu lama untuk meraih juara pertama . Para peserta terbawa tegang dan konsentrasi penuh. Sementara para penonton juga
dibikin tegang bahkan ada saling cubit-cubitan saat melihat pertandingan penuh kesabaran para jurnalis ini
"Wah Iki para alumni Sawahpolo mainnya suwe rek ," celetuk penonton sambil ketawa.
Asisten I Provinsi Jawa Timur Imam Hidayat menyebutkan, domino memiliki potensi berkembang sebagai olahraga yang tidak membutuhkan sarana besar, tetapi mampu membangun prestasi sekaligus mempererat hubungan antarpemain.
Imam mengatakan , bahwa olahraga ini dituntut konsentrasi dan kerja sama. Dua aspek itu dinilai relevan untuk membangun kemampuan mengendalikan diri dan bekerja sama dengan timnya
Selain itu Imam juga menilai , bahwa status domino sebagai olahraga resmi di bawah Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) dan perlu dukungan penuh semua pihak termasuk jurnalis
"Saya rasa ini ada suatu hal yang bisa dikembangkan. Ada suatu olahraga yang memang tidak membutuhkan ruang terlalu besar, tetapi masih bisa berprestasi. Selama ini, masyarakat menilai bahwa permainan domino dikaitkan dengan permainan judi padahal tidak begitu ," ujar Imam
Sekretaris Umum KONI Jawa Timur Akmal Budiyanto mengatakan pihaknya mengapresiasi penyelenggaraan turnamen yang melibatkan kalangan jurnalis.
Ia berharap media ikut membantu mensosialisasikan bahwa domino telah menjadi cabang olahraga yang resmi dan diakui KONI. Dengan pengakuan tersebut, orientasi domino diarahkan menjadi olahraga prestasi.
"Domino sekarang sudah menjadi cabang olahraga yang resmi dan sah, serta diakui oleh KONI. Karena itu, arahnya harus menjadi olahraga prestasi," tegas Akmal
Sementara itu Ketua Harian ORADO Jawa Timur Mulyadi mengatakan, peran jurnalis sangat penting untuk memperluas informasi domino sebagai olahraga resmi dan sudah akui
"Kami berharap domino bisa disosialisasikan melalui teman-teman pewarta dan rekan-rekan media semuanya bahwa domino hari ini telah diakui secara resmi sebagai cabang olahraga," kata Mulyadi.
Editor : Ali Topan