JATIMKINI.COM, Sederet tokoh inspiratif Jawa Timur mendapat penghargaan dalam puncak Hari Pers Nasional (HPN) tingkat provinsi. Satu dari 24 sosok yang terpilih menerima penghargaan adalah Edi Priyanto.
Pria kelahiran Klaten, Jawa Tengah ini dianugerahi PWI Jatim Award 2026 sebagai Tokoh Pegiat Lingkungan. Penghargaan ini bentuk pengakuan atas komitmen dan konsistensinya dalam menggerakkan kesadaran lingkungan berbasis masyarakat.
Penghargaan ini ia terima bertepatan dengan HUT ke-80 PWI Jatim, di Dyandra Convention Center, Kamis 16 April 2026 malam. Di ajang ini hadir pula Wakil Gubernur Jatim, Emil Elestianto Dardak; Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia, Mochamad Irfan Yusuf; Ketua Umum PWI, Akhmad Munir; serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Jawa Timur maupun Surabaya.
Ketua PWI Pusat, Akhmad Munir, dalam kesempatan tersebut menyoroti tantangan insan pers di era digital. Ia menekankan tiga hal penting, yakni menjaga kualitas dan akurasi berita, meningkatkan kemampuan adaptasi teknologi melalui penguatan SDM, serta berpegang teguh pada kode etik untuk menjaga marwah pers.
Senada, Emil Elestianto Dardak menyampaikan bahwa peran pers tetap krusial sebagai penyedia informasi kredibel di tengah derasnya arus informasi di media sosial.
“Kepercayaan publik terhadap karya jurnalistik tetap tinggi karena adanya proses akurasi dan verifikasi. Tanpa pers, sulit membayangkan informasi kredibel tersampaikan ke masyarakat,” ujarnya.
Di tengah rangkaian penghargaan kepada berbagai tokoh nasional dan daerah mulai dari bidang politik, pelayanan publik, hingga transformasi digital penghargaan kepada pegiat lingkungan menjadi salah satu sorotan penting.
Edi Priyanto dinilai mampu menghadirkan gagasan, sekaligus mewujudkan perubahan melalui Kampung Edukasi Sampah. Komunitas di Sekardangan, Kecamatan/Kabupaten Sidoarjo ini menjadi pusat studi lingkungan berbasis masyarakat.
Setiap tahunnya, ribuan masyarakat mendapatkan edukasi terkait pemilahan sampah, pengolahan limbah, ekonomi sirkular, hingga gaya hidup berkelanjutan. Gerakan ini menunjukkan bahwa perubahan besar dapat dimulai dari rumah tangga dan komunitas.
“Penghargaan ini milik bersama. Apa yang kami lakukan adalah gerakan kolektif, dari warga untuk warga. Kami percaya perubahan besar dimulai dari langkah kecil yang dilakukan secara konsisten,” ungkap Edi.
Selain itu, kontribusi juga diperkuat melalui karya literasi. Di antaranya buku “Lokal Hero, RT dan RW Sebagai Penggerak Perubahan Masyarakat" serta “Transformasi Permukiman, Kelola Lingkungan Berkelanjutan”. Dua buku ini menjadi referensi praktik pengelolaan lingkungan berbasis masyarakat.
Setiap tahunnya, lebih dari 3.000 masyarakat mendapatkan edukasi langsung terkait pemilahan sampah, pengolahan limbah, ekonomi sirkular, hingga gaya hidup berkelanjutan.
Ia juga menekankan bahwa edukasi menjadi kunci keberlanjutan perubahan. “Ketika masyarakat paham, mereka akan bergerak. Dan ketika sudah menjadi kebiasaan, perubahan itu akan bertahan,” tambahnya.
Selain penghargaan kepada tokoh, PWI Jawa Timur juga memberikan Piala Prapanca kepada insan pers untuk kategori karya jurnalistik tulis dan foto, sebagai bentuk apresiasi terhadap kualitas karya jurnalistik.
Editor : Rochman Arief