x
x

Anak Terpapar Ideologi Ekstrem, Pakar Umsura Soroti Bahaya Neo-Nazi di Media Sosial

JATIMKINI.COM, Densus 88 Polri melakukan pendampingan terhadap 68 anak di 18 provinsi yang diduga terpapar ideologi ekstrem. Anak-anak ini ditengarai memiliki potensi melakukan tindakan kekerasan yang tergabung dalam True Crime Community (TCC). 

Pendampinan ini dilakukan lantaran tergabung dalam kelompok daring yang menyebarkan paham ekstrem, seperti neo-Nazi dan supremasi kulit putih (white supremacy).

Polri mengungkapkan, anak-anak yang terpapar ideologi ini juga menguasai berbagai jenis senjata berbahaya. Atas dasar ini anak-anak tersebut memiliki potensi mengancam keselamatan lingkungan. Temuan ini menjadi perhatian serius aparat penegak hukum karena melibatkan kelompok anak usia rentan terhadap pengaruh ekstremisme digital.

Menanggapi fenomena tersebut, Radius Setiyawan, pengkaji Budaya dan Media Universitas Muhammadiyah Surabaya menilai kasus ini mencerminkan krisis produksi makna dalam ruang sosial digital.

“Neo-Nazi dan white supremacy merupakan istilah dan simbol yang sangat terkait dengan sejarah kekerasan rasial di Eropa dan Amerika Serikat. Ini merupakan ideologi supremasi kulit putih yang terlembaga dan melakukan kekejaman secara struktural,” jelas Radius Kamis (1/1/26)

Namun, menurutnya, dalam konteks ruang digital saat ini, simbol dan wacana tersebut tidak selalu dipahami secara historis dan etis. Dosen komunikasi visual ini menegaskan bahwa ruang digital bukan ruang yang netral, melainkan dalam banyak kasus menjadi ruang produksi dan reproduksi kekerasan simbolik.

“Fenomena ini menegaskan adanya kecenderungan simbol dan wacana neo-Nazi yang berfungsi sebagai floating signifier—terlepas dari sejarah kekerasannya. Kemudian diisi ulang oleh estetika meme, budaya daring, dan narasi pemberontakan semu,” ungkapnya.

Anak-anak, lanjutnya, dalam kasus ini tidak sepenuhnya sedang mengafirmasi ideologi fasis secara sadar. Melainkan berada dalam proses pencarian identitas, afiliasi, dan pengakuan sosial di ruang digital yang gagal memberikan konteks historis dan moral.

“Anak menjadi subjek yang paling rentan dalam ekosistem digital. Ketika konteks sejarah dan etika absen, simbol kebencian dan praktik kekerasan mudah dinormalisasi dan direproduksi tanpa kesadaran kritis,” tambahnya.

Radius menekankan kasus anak yang terpapar ideologi ekstrem tidak cukup hanya melalui pelarangan dan pendekatan kriminalisasi. Ia mendorong adanya pendekatan pendidikan kritis sebagai upaya merebut kembali makna dan membangun kesadaran anak dalam menghadapi arus informasi digital.

“Respons yang dibutuhkan adalah pendidikan kritis untuk membongkar makna simbol, sejarah kekerasan di baliknya, serta membekali anak dengan literasi digital dan etika sosial,” pungkasnya.

Berita Terbaru
Jumat, 02 Jan 2026 10:51 WIB

Relawan WANALA dan APS Pulihkan Daerah Terdampak Bencana 

JATIMKINI.COM, Pemulihan pasca banjir Aceh masih membutuhan relawan, tiga mahasiswa Universitas Airlangga (UNAIR) turut ambil peran dalam pemulihan daerah
Jumat, 02 Jan 2026 09:44 WIB

DPRD Jatim Soroti Aksi Ormas, Tak Ada yang Kebal Hukum

DPRD Jawa Timur memperkuat koordinasi dengan Polda untuk penertiban ormas demi menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
Kamis, 01 Jan 2026 13:45 WIB

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2026 Diuji Tekanan Global dan Tantangan Domestik

Pertumbuhan ekonomi Indonesia 2026 diproyeksikan tetap di kisaran 5 persen, namun ekonom UMY memberi sejumlah catatan.
Kamis, 01 Jan 2026 12:39 WIB

Kondusif. Polda Jatim Pantau Langsung Malam Pergantian Tahun

Perayaan malam pergantian tahun 2025 menuju 2026 semalam  cukup kondusif, warga kota Surabaya berkumpul di tengah kota
Rabu, 31 Des 2025 22:52 WIB

Kapolda Jatim Resmikan Gedung Naya Agra, Tekankan Peningkatan Layanan ke Masyarakat

JATIMKINI.COM, Peningkatan fasilitas untuk memberikan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat, Kepala Kepolisian Daerah Jawa Timur Irjen Pol Drs. Nanang
Rabu, 31 Des 2025 22:20 WIB

Diduga Palsukan Tanda Tangan. CEO RS Pura Raharja di Laporkan ‎ ‎ ‎

Konflik internal RS Pura Raharja yang tak kunjung usai berakhir di SPKT Polda Jatim