x
x

Diduga Palsukan Tanda Tangan. CEO RS Pura Raharja di Laporkan ‎ ‎ ‎

JATIMKINI.COM, Konflik internal RS Pura Raharja yang tak kunjung usai berakhir di SPKT Polda Jatim. Dugaan pemalsuan tanda tangan yang dilakukan para CEO yang menjadi bukti kuat untuk dijadikan laporan. 

‎Ketua Umum Perkumpulan Abdi Negara Jawa Timur Adhy Karyono (Sekdaprov Jatim) melalui kuasa hukumnya Syaiful Ma'arif resmi melaporkan CEO RS Pura Raharja Surabaya, Ishaq Jayabrata ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Jatim, Rabu (31/12/2025) petang. 

‎Sebelumnya Ishaq diberi peringatan terakhir meninggalkan RS, tiga kali surat dilayangkan Syaiful. Hingga kemarin, Selasa (30/12/2025) surat peringatan itu diindahkan. 

‎“Kami sudah memberi peringatan terakhir 1x24 jam terhitung dari kemarin, Selasa (30/12/2025). Dan hari ini, kami datang melaporkan pemalsuan tanda tangan perpanjangan jabatan yang sejatinya tidak dilakukan klien kami,”ujar Syaiful, Rabu (31/12/2025). 

‎Bukti lainnya,  Syaiful  dalam pelaporan tersebut surat pernyataan Rasiyo bahwa saat dia menjabat sebagai Ketua Umum Perkumpulan Abdi Negara Jatim tidak pernah menandatangani surat perpanjangan jabatan Ishaq sebagai CEO Rumah Sakit Jayabrata. 

‎"Artinya, Surat Keputusan Nomor 006/AN-JATIM/X/2021 tentang Penunjukan Pelimpahan Tugas dan Tanggung Jawab Pengelolaan Rumah Sakit, yang menjadi dasar perpanjangan Saudara Ishaq Jayabrata sebagai CEO dalam kurun waktu 2021-2026 tidak sah, dan tidak memiliki dasar hukum yang sah secara hukum," kata Syaiful.

‎Menurut Syaiful, Rasiyo yang saat ini menjabat Anggota Komisi E DPRD Jatim dari Fraksi Demokrat telah memberikan dua surat pernyataan kepada pihaknya. Surat pertama berisi pernyataan bahwa benar adanya tanda tangannya diduga dipalsukan oleh pihak lain. 

‎Surat kedua berisi pernyataan Rasiyo bahwa RS Pura Raharja merupakan aset milik KORPRI Jatim, dalam hal ini pengelolaannya di bawah naungan Perkumpulan Abdi Negara Jatim.

‎" Jadi kita bawa 24 alat bukti dalam laporan ini mulai akta pendirian sampai surat yang dijadikan dasar pak Ishaq untuk tetap menjadi CEO Rumah sakit Pura Raharja," ujarnya. 

‎Sementara anggota Komisi E DPRD Jatim, Rasiyo yang dikonfirmasi  terpisah mengakui bahwa tanda tangannya benar diduga dipalsukan.

‎"Kelihatannya begitu (dipalsukan, red). Saya juga nggak tahu siapa yang memalsukan. Saya berharap bisa kondusif untuk permasalahan RS Pura Raharja ini. Saya pastikan yang berwenang saat ini adalah Sekdaprov  Adhy Karyono sebagai Ketua Umum Perkumpulan Abdi Negara Jawa Timur ,”tuturnya. 

Berita Terbaru
Rabu, 31 Des 2025 21:26 WIB

Polri Siap Bangun Huntap Untuk Korban Bencana Aceh Tamiang

Pembangunan hunian tetap bagi warga terdampak bencana banjir Aceh Tamiang tidak lama lagi pemerintah melaksanakan pembangunan
Rabu, 31 Des 2025 20:08 WIB

Kontras Desak Evaluasi Terhadap Kondisi Penahanan di Rutan Medaeng ‎

Buruknya pengawalan petugas rutan terhadap kondisi penahanan di Indonesia hingga menyebabkan nyawa seseorang meninggal
Rabu, 31 Des 2025 15:26 WIB

Bandara Juanda Layani 671 Ribu Penumpang Nataru, Rute Jakarta Paling Sibuk

Bandara Juanda mencatat lonjakan penumpang dan penerbangan selama libur Nataru 2025, dengan rute Jakarta, Denpasar, dan Makassar paling padat.
Rabu, 31 Des 2025 14:51 WIB

Libur Nataru, Pelindo Multi Terminal Jaga Kelancaran Operasional Pelabuhan

SPMT memastikan operasional pelabuhan nonpetikemas tetap berjalan normal dan siaga 24 jam selama libur Nataru.
Rabu, 31 Des 2025 12:45 WIB

Jelang Akhir Tahun Pasar Kuliner Ngasem yogyakarta Mulai di Serbu Wisatawan ‎ ‎

JATIMKINI.COM, Jelang penutupan tahun 2025 kawasan Pasar Kuliner Ngasem Jogyakarta mulai dipadati wisatawan lokal maupun manca negara
Rabu, 31 Des 2025 10:40 WIB

PLN NP Optimalkan Hidrogen PLTU Rembang untuk Percepat Transisi Energi

PLN NP meresmikan HRS Merah Putih 2.0 di Rembang sebagai upaya memperkuat ekosistem hidrogen dan mendukung transisi energi.