JATIMKINI.COM, Terminal Teluk Lamong (TTL) kembali menambah deretan layanan anyarnya. Kali ini, anak usaha Pelindo Group itu meresmikan Integrated Planning & Control serta Green Shelter Waiting Area, dua fasilitas yang dirancang untuk memperkuat efisiensi operasional sekaligus meningkatkan kenyamanan dan keselamatan pengguna jasa kepelabuhanan.
Peresmian layanan anyar tersebut dihadiri langsung Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak. Ia mengapresiasi langkah Terminal Teluk Lamong yang konsisten melakukan transformasi layanan berbasis digital dan keberlanjutan.
“Penguatan sistem operasional dan penambahan fasilitas di Terminal Teluk Lamong menunjukkan komitmen nyata terhadap modernisasi layanan kepelabuhanan. Ini penting untuk mendukung ekosistem logistik Jawa Timur yang makin kompetitif,” ujar Emil.
Menurut Emil, kehadiran fasilitas baru tersebut tidak berdiri sendiri. Acara peresmian juga dihadiri para pelaku logistik Jawa Timur, mulai dari Ketua DPC INSA Jatim, Ketua DPW ALFI ILFA Jatim, hingga Ketua Klub Logindo Jatim. Kolaborasi lintas sektor ini dinilai menjadi kunci peningkatan daya saing logistik daerah.
“Ini contoh konkret sinergi antara BUMN, pelaku usaha, dan pemerintah daerah dalam mendorong efisiensi logistik,” tambah Emil.
Direktur Utama PT Terminal Teluk Lamong, David Pandapotan Sirait, menjelaskan bahwa layanan anyar tersebut merupakan bagian dari transformasi berkelanjutan perusahaan. Langkah ini sejalan dengan strategi besar Pelindo Group dalam memperkuat keandalan layanan pelabuhan nasional.
“Integrated Planning & Control kami hadirkan untuk mengintegrasikan seluruh proses perencanaan dan pengendalian operasional terminal, baik petikemas maupun curah kering. Sementara Green Shelter Waiting Area kami siapkan untuk meningkatkan kenyamanan dan keselamatan pengguna jasa,” kata David.
Sistem Integrated Planning & Control memungkinkan pengelolaan operasional terminal dilakukan secara terpusat dan terukur. Mulai dari perencanaan kedatangan kapal, kebutuhan peralatan dan sumber daya manusia, pengaturan lapangan penumpukan, hingga pengendalian lalu lintas di dalam terminal yang dilengkapi penerapan standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).
Sementara itu, Green Shelter Waiting Area disiapkan sebagai ruang tunggu ramah lingkungan bagi pengguna jasa logistik. Fasilitas ini dirancang untuk memberikan kenyamanan lebih sekaligus mendukung komitmen keberlanjutan yang diusung Terminal Teluk Lamong.
Ketua Klub Logindo Jawa Timur, Christin Adni, menilai peningkatan fasilitas perlu dibarengi dengan penguatan kompetensi sumber daya manusia. “Kemajuan teknologi harus diimbangi dengan kualitas pelayanan. SDM yang kompeten menjadi kunci agar layanan baru ini benar-benar optimal,” ujarnya.
Peresmian dua layanan anyar ini juga menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-12 PT Terminal Teluk Lamong. Mengusung tema Strengthening Collaboration, Driving Transformation, Establishing Sustainability, TTL menegaskan arah transformasinya ke depan: memperkuat kolaborasi, berani berinovasi, dan menjaga keberlanjutan layanan kepelabuhanan.
Dengan inovasi tersebut, Terminal Teluk Lamong optimistis mampu memberikan layanan yang semakin efisien, andal, dan berdaya saing, sekaligus menopang pergerakan logistik Jawa Timur dan nasional.
Editor : Rochman Arief