JATIMKINIC.OM, Nestlé Indonesia terus memperkuat komitmennya dalam pelestarian lingkungan di kawasan pesisir. Melalui program #BersamaNestlé, aksi yang dilakukan melakukan penanaman ribuan mangrove di sejumlah daerah. Ini merupakan komitmen terhadap menghijaukan pesisir dan menekan dampak perubahan iklim.
Aksi tersebut diawali PT Nestlé Indonesia Pabrik Kejayan dengan penanaman 1.000 mangrove di Desa Watuprapat, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, Kamis (11/12/2025). Kegiatan ini melibatkan lebih dari 100 sukarelawan yang terdiri atas karyawan, unsur pemerintah daerah, serta masyarakat setempat.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Timur, Nurkholis, bersama jajaran pemerintah Kabupaten Pasuruan hadir dalam kegiatan tersebut. Kehadiran berbagai pemangku kepentingan ini menunjukkan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menjaga ekosistem pesisir yang semakin tertekan akibat perubahan iklim.
Factory Manager Nestlé Indonesia Pabrik Kejayan, Imelda Mayasari, mengatakan penanaman mangrove merupakan bagian dari komitmen jangka panjang perusahaan dalam menciptakan manfaat bersama bagi masyarakat dan lingkungan.
Selama lebih dari 50 tahun beroperasi di Indonesia, Nestlé berupaya memastikan pertumbuhan bisnis berjalan seiring dengan pelestarian alam.
“Penanaman mangrove di Watuprapat adalah kontribusi kami dalam mitigasi perubahan iklim. Sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat pentingnya menjaga lingkungan pesisir. Upaya ini tidak bisa dilakukan sendiri, tetapi membutuhkan kolaborasi dengan pemerintah dan komunitas lokal,” ujar Imelda.
Langkah Nestlé Indonesia sejalan dengan pilar keberlanjutan perusahaan, Good for Planet, yang menempatkan perlindungan ekosistem sebagai prioritas. Mangrove dinilai memiliki peran strategis karena mampu menyerap karbon secara efektif, menahan abrasi, sekaligus menjaga keseimbangan ekosistem pesisir.
Data menunjukkan Indonesia masih menjadi salah satu penyumbang emisi karbon yang cukup besar. Di sisi lain, kawasan mangrove memiliki potensi besar sebagai solusi alami untuk menyerap gas rumah kaca. Karena itu, rehabilitasi mangrove menjadi salah satu strategi penting dalam agenda nasional pengendalian perubahan iklim.
Upaya penanaman mangrove yang dilakukan Nestlé Indonesia sejalan dengan Strategi Nasional Pengelolaan Lahan Basah dari Kementerian PPN/Bappenas, yang menargetkan rehabilitasi mangrove secara bertahap hingga 2045. Pada periode RPJMN 2025–2029, pemerintah menargetkan rehabilitasi puluhan ribu hektare mangrove di berbagai wilayah Indonesia.
Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Pasuruan, Eka Wara Bhrespati, mengapresiasi langkah Nestlé Indonesia. Menurutnya, entitas bisnis berkantor pusat di Swiss ini telah mendukung penguatan ketahanan pesisir daerah.
“Keterlibatan dunia usaha sangat dibutuhkan dalam upaya mitigasi bencana dan pemulihan ekosistem,” ujarnya.
“Inisiatif ini menjadi bagian dari ikhtiar bersama untuk melindungi wilayah pesisir Pasuruan,” ia menambahkan. Ia berharap kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut dan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.
Program #BersamaNestlé tidak berhenti di Pasuruan. Nestlé Indonesia juga berencana melanjutkan penanaman 1.000 pohon di Batang, Jawa Tengah. Nestlé Indonesia juga penanaman 4.000 mangrove di Karawang, Jawa Barat.
Melalui langkah berkelanjutan ini, Nestlé Indonesia menegaskan perannya dalam menghijaukan pesisir dan menjaga lingkungan bagi generasi mendatang.
Editor : Rochman Arief