JATIMKINI.COM, Gelaran Portival Nusantara 2025 segera meramaikan Kawasan Kota Lama Surabaya pada 13–14 Desember. Ajang yang diinisiasi Pelindo Regional 3 Sub Regional Jawa ini menghadirkan festival pameran dan kolaborasi kreatif, sebagai bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).
Mengusung tema “Melabuhkan Tradisi, Menyambung Generasi”, Portival Nusantara dirancang sebagai ruang interaksi lintas usia yang meracik budaya, kreativitas, dan inovasi.
Tidak hanya menampilkan produk UMKM, festival ini menjadi wadah pertemuan antara pelaku usaha lokal, pelajar SMK, mahasiswa, hingga masyarakat umum untuk menghidupkan tradisi dengan sentuhan modern.
Senior Manager Hukum dan Humas Pelindo Regional 3, Karlinda Sari, menyebut tahun ini Portival Nusantara menghadirkan 36 booth pameran.
“Ada 18 booth UMKM fashion & craft dan 18 booth UMKM F&B. Semuanya dikembangkan lewat kolaborasi kreatif antara pelaku UMKM dan siswa atau mahasiswa, mulai dari desain dekorasi sampai penyajian produk,” ujarnya.
Menurut Karlinda, pendekatan kolaboratif ini tidak hanya memberikan pengalaman edukatif bagi generasi muda, tetapi juga mendorong UMKM terus berinovasi.
“Portival Nusantara merupakan komitmen Pelindo untuk pemberdayaan ekonomi masyarakat, pelestarian budaya, dan edukasi generasi muda. Kami ingin pengunjung merasakan keberagaman potensi lokal yang kami tampilkan,” tambahnya.
Selain pameran, pengunjung juga dapat menikmati permainan tradisional, pertunjukan musik dan nyanyian daerah, hingga berbagai lomba yang dapat diikuti dari berbagai kelompok usia.
Seluruh rangkaian kegiatan tersebut dirancang untuk menghidupkan suasana tempo dulu yang berpadu dengan kreativitas modern.
Pelindo Regional 3 Sub Regional Jawa mengajak masyarakat Surabaya dan sekitarnya untuk turut meramaikan Portival Nusantara 2025.
Kehadiran publik menjadi dukungan bagi UMKM lokal dan generasi muda yang terlibat dalam kolaborasi ini, sekaligus memastikan kesuksesan program TJSL Pelindo yang berkelanjutan dan berdampak bagi masyarakat.
Editor : Rochman Arief