JATIMKINI.COM, Erupsi Semeru pada 19 November 2025 lalu membawa dampak bagi ekologi maupun kehidupan di beberapa desa. Gunung tertinggi di pulau Jawa ini telah merussakkan sejumlah rumah, sawah, ladang, serta infrastruktur lainnya.
Kerusakan ini mengetuk PT Pelabuhan Indonesia Sub Regional Jawa Regional 3 Pelabuhan Tanjung Tembaga Probolinggo menyalurkan bantuan.
Program tersebut bagian dari Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Pelindo, yang disalurkan melalui Posko BPBD di Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang. Dipilihnya daerah ini karena terdampak paling parah dibandinkan wilayah lainnya.
Pelindo menyalurkan bantuan senilai Rp25 juta. Angka terdiri atas 24 pallet plastik, 20 karung beras ukuran 25 kg, 10 dus minyak goreng, enam dus gula pasir, 25 dus mi instan, serta sabun mandi dan sabun cuci masing-masing 100 pcs.
Seluruh bantuan ditujukan untuk memenuhi kebutuhan dasar pengungsi yang hingga kini masih bertahan di posko dan hunian sementara.
Penyerahan dilakukan oleh perwakilan tim TJSL Pelindo Kawasan Tanjung Tembaga Probolinggo dan diterima Koordinator Posko Pronojiwo BPBD Lumajang. Usai penyerahan, bantuan langsung didistribusikan ke sejumlah titik terdampak di wilayah Kecamatan Pronojiwo.
Wahyu Wirawan, Junior Manager Pelabuhan Kawasan Tanjung Tembaga Cabang Kalimas & GSN Pelindo Sub Regional Jawa Regional 3, menegaskan komitmen Pelindo dalam mendukung penanganan bencana di kawasan sekitar pelabuhan maupun pesisir selatan.
“Pelindo Sub Regional Jawa Regional 3 selalu berupaya hadir memberikan dukungan cepat dan tepat bagi masyarakat yang membutuhkan. Bantuan ini adalah kepedulian kami kepada warga terdampak erupsi Semeru dan bagian dari TJSL perusahaan,” ujarnya.
Ia menambahkan, Pelindo membuka ruang kolaborasi dengan BPBD, pemerintah daerah, dan para relawan untuk membantu percepatan pemulihan pasca bencana.
Koordinator Posko Pronojiwo BPBD Lumajang, Muhlis, mengapresiasi bantuan yang dikirimkan Pelindo. Ia menyebut logistik dasar seperti makanan dan perlengkapan kebersihan sangat dibutuhkan para pengungsi yang masih kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari.
“Kami langsung menyalurkan bantuan ke lokasi terdampak, karena warga sangat membutuhkan,” kata Muhlis.
BPBD Lumajang mencatat, hingga kini Pronojiwo dan Candipuro masih menjadi titik dengan dampak paling berat usai erupsi.
Melalui Program TJSL, Pelindo memastikan akan terus terlibat dalam upaya penguatan ketahanan masyarakat dan pemulihan kondisi warga terdampak bencana, sebagai bentuk BUMN yang hadir membawa manfaat nyata bagi negeri.
Editor : Rochman Arief