JATIMKINI.COM, Pemerintah Kota Surabaya memastikan harga kebutuhan pokok dan ketersediaan stok di pasar-pasar tradisional tetap aman menjelang Natal dan tahun baru (Nataru). Langkah ini diambil setelah muncul kenaikan harga pada beberapa komoditas, terutama cabai rawit merah.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Surabaya, Antiek Sugiharti, menegaskan bahwa Pemkot terus melakukan pemantauan intensif di sejumlah pasar. Hasilnya, sebagian besar kebutuhan pokok berada dalam kondisi stabil, sementara kenaikan hanya terjadi pada komoditas tertentu akibat faktor cuaca.
“Yang naik cukup tinggi memang cabai rawit merah karena pengaruh cuaca ekstrem yang membuat sebagian tanaman gagal panen. Tapi stoknya aman dan distribusi tetap lancar,” jelas Antiek.
Menurut data DKPP, harga cabai rawit merah berada di kisaran Rp80 ribu per kilogram. Sementara itu, komoditas lain seperti ayam ras, telur, bawang merah, dan bawang putih relatif stabil. Antiek menambahkan bahwa fluktuasi harga menjelang Nataru masih tergolong wajar.
Untuk mengendalikan harga cabai, Pemkot juga memperkuat produksi cabai skala rumah tangga. Melalui program pembagian bibit kepada warga dan kelompok tani, Pemkot ingin memastikan pasokan tetap terjaga.
“Kami dorong warga menanam cabai rumahan untuk memperkuat suplai lokal. Hasilnya cukup efektif,” ujarnya.
Selain itu, DKPP memperketat pengawasan barang kadaluarsa dan pangan olahan yang beredar di pasar. Tim melakukan inspeksi rutin untuk memastikan keamanan konsumsi masyarakat.
“Kami tidak ingin ada praktik nakal. Semua produk harus aman dikonsumsi, apalagi menjelang momen libur panjang,” imbuhnya.
Pemkot juga mengimbau warga agar berbelanja secara bijak dan tidak melakukan panic buying. Menurutnya, ketersediaan stok kebutuhan pokok saat ini sangat memadai sehingga masyarakat tidak perlu khawatir.
Dengan pemantauan ketat, penguatan suplai lokal, dan koordinasi lintas instansi, Pemkot Surabaya optimistis stabilitas harga kebutuhan pokok tetap terjaga hingga puncak perayaan Nataru 2025.
“Surabaya siap. Baik stok maupun harga kebutuhan pokok dalam kondisi aman,” tegas Antiek.
Editor : Rochman Arief