JATIMKINI.COM, Operator kapal roll on roll off (ro-ro), PT Dharma Lautan Utama atau DLU langsung menatap kesiapan angkutan Lebaran 2026. Padahal di bulan Desember ini sudah memasuki kesiapan angkutan Natal 2025 dan tahun baru 2026.
Opsi ini untuk memberikan operasional dan kesiapan armada yang lebih matang lantaran jarak antara Nataru 2025/2026 dengan angkutan Lebaran 2026 tidak terlalu jauh. Jarak antarmusim yang mepet bisa mengubah pola mudik penumpang kapal laut.
Seperti diterangkan Direktur Operasional DLU, Rakhmatika Ardianto bahwa karakter pergerakan penumpang antara Nataru dan Lebaran berbeda signifikan. Jika Nataru cenderung stabil, maka Lebaran selalu menjadi puncak arus mudik terbesar setiap tahun.
“Untuk angkutan Lebaran, persiapannya memang lebih ekstra dibanding Nataru. Penumpang bisa naik mendekati kapasitas maksimum kapal,” ujarnya.
Pria kelahiran Jepara ini mencontohkan, satu kapal berkapasitas 1.000 penumpang saat Nataru rata-rata bisa terisi sekitar 50 persen atau 500 penumpang. Sementara saat Lebaran, okupansi bisa mendekati seratus persen.
Selain jumlah penumpang, pola perjalanan juga memengaruhi persiapan DLU. Pada musim Nataru tahun sebelumnya, pergerakan masyarakat justru menurun lantaran banyak yang memilih pulang kampung bersamaan dengan momentum Lebaran dan Ramadan.
“Biasanya pelanggan menahan diri saat Nataru. Penumpang memilih pulang di tengah-tengah Ramadan untuk bisa berlebaran. Kebetulan rute kami banyak penumpang yang memilih mudik untuk saat berlebaran,” terangnya.
Pola inilah membuat entitas bisnis operator ro-ro ini fokus pada optimalisasi armada jelang Lebaran, termasuk memastikan kelayakan kapal tetap prima.
DLU juga telah mengatur jadwal docking atau pengedokan kapal pasca-Nataru sebagai langkah memastikan seluruh armada siap melayani lonjakan penumpang.
Alumni ITS jurusan Perkalapan ini menegaskan proses perawatan kapal berlangsung lebih cepat karena sistem pengawasan yang ketat serta dukungan fasilitas yang mumpuni. Proses docking tidak selalu dilakukan di anak perusahaan PT Adhiluhung Saranasegara, namun bisa dilakukan di tempat lain dengan waktu yang relatif sama.
“Setelah angkutan Nataru, beberapa kapal langsung docking dengan waktu estimasi dua minggu, (waktu) itu sudah cukup. Semakin efisien waktu, semakin baik untuk pelayanan,” jelasnya.
Dengan strategi itu, Dharma Lautan Utama optimistis mampu menjaga kelancaran arus mudik Lebaran 2026. Selain mengutamakan kenyamanan penumpang, perusahaan menargetkan seluruh armada tetap aman, layak operasi, dan siap menghadapi lonjakan penumpang yang diperkirakan kembali meningkat.
Editor : Rochman Arief