JATIMKINI.COM, Direktur Utama PT Sinergi Gula Nusantara (PT SGN) Mahmudi bersama dengan Direktur Hilirisasi Hasil Perkebunan Kementerian Pertanian, Kuntoro Boga Andri dan Tim Ahli Menteri Pertanian melakukan kunjungan kerja ke Markas Komando Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Mako Lantamal) V Surabaya.
Pertemuan ini bertujuan memperkuat sinergi dan percepatan program hilirisasi perkebunan tebu di wilayah Jawa Timur, khususnya dalam pemanfaatan lahan-lahan strategis yang berada dalam pembinaan TNI AL.
Direktur Utama SGN, Mahmudi mengatakan, konsolidasi industri gula nasional tengah memasuki fase krusial, dengan mandat besar untuk meningkatkan kapasitas dan efektivitas sektor pergulaan nasional. PT SGN sendiri merupakan bagian dari konsolidasi 7 PTPN di Indonesia yang saat ini kami mengelola sekitar 36 pabrik gula BUMN.
“Dan kami mendapat penugasan dari Bapak Menteri Pertanian, terkait bagaimana program bongkar ratoon ini dapat tercapai hingga 100 hektar. Harapannya, berbagai hambatan di wilayah-wilayah yang ada dapat kita selesaikan bersama. Mungkin itu yang dapat saya sampaikan,” katanya, Rabu (26/11/2025).
Dankodaeral V, Laksda TNI Ali Triswanto, menegaskan komitmen TNI AL dalam mendukung pemanfaatan lahan untuk budidaya tebu dan program hilirisasi yang dicanangkan pemerintah.
Saat ini TNI AL memiliki lahan ribuan hektar di Jawa Timur seperti Blitar, Probolinggo, Pasuruan, Tuban, Gresik dan beberapa kabupaten lain. Selain itu, di lahan TNI AL sendiri terdapat 148 ha tebu yang kondisinya sudah cukup baik dan beberapa hektar lainnya masih digunakan masyarakat untuk palawija seperti cabai.
“Itulah kondisi lahan kami yang saat ini berjalan dan kami siap mendukung sesuai amanat Presiden terkait swasembada pangan,” katanya.
Direktur Hilirisasi Hasil Perkebunan Kementerian Pertanian, Kuntoro Boga Andri, menambahkan, bahwa Kementerian Pertanian, PT SGN, dan unsur TNI AL memiliki peran masing-masing yang saling melengkapi.
“Dengan sinergi yang kuat, kami optimistis target peningkatan efisiensi dan produksi berbasis hilirisasi dapat tercapai lebih cepat,” tambahnya.
Pertemuan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat koordinasi antara BUMN sektor gula, Kementerian Pertanian, dan TNI AL. Kolaborasi lintas-sektor tersebut diharapkan mampu mempercepat realisasi hilirisasi tebu, meningkatkan produktivitas, serta memberikan dampak signifikan bagi ketahanan pangan nasional dan kesejahteraan petani.
Kunjungan kerja ini diakhiri dengan pembahasan teknis rencana tindak lanjut dan identifikasi lahan prioritas yang akan menjadi model implementasi hilirisasi tebu di Jawa Timur.
Editor : Peni Widarti