JATIMKINI.COM, Emiten properti PT Pakuwon Jati Tbk (PWON) mencatatkan kinerja pendapatan bersih selama Januari - September 2025 mencapai Rp5,12 triliun atau meningkat 7% dibandingkan periode sama tahun lalu yang sebesar Rp4,79 triliun.
Direktur dan Sekretaris Perusahaan Pakuwon Jatim, Minarto Basuki menjelaskan, pendapatan bersih ini sebagian besar ditopang oleh kinerja recurring revenue perseroan selama 9 bulan pertama 2025 yang meningkat 8% menjadi Rp4,1 triliun dibandingkan periode sama 2024 yakni sebesar Rp3,81 triliun.
“Kinerja ini terutama didorong oleh segmen pusat perbelanjaan ritel, yang mencatat pendapatan sebesar Rp2,92 triliun, naik 15ri Rp2,54 triliun di tahun lalu,” katanya dalam rilis, Rabu (29/10/2025).
Sementara itu, lanjutnya, pendapatan sewa perkantoran tercatat sebesar Rp211 miliar, turun 23ri Rp275 miliar, dan pendapatan dari bisnis perhotelan mencapai Rp966 miliar, relatif stabil dibandingkan Rp987 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Selain itu, kinerja pendapatan bersih PWON juga ditopang oleh development revenue perseroan yang meningkat sebesar 4%, terutama disebabkan oleh serah terima dua kondominium tower di Bekasi.
Rincian pendapatan berdasarkan segmen menunjukkan bahwa sewa ritel memberikan kontribusi sebesar 57%, diikuti oleh hotel dan serviced apartment sebesar 19%, sewa perkantoran sebesar 4%, penjualan kondominium sebesar 13%, penjualan rumah tapak sebesar 6%, dan penjualan perkantoran sebesar 1%.
Dari pendapatan itu, Pakuwon Jatim mencatatkan laba kotor tercatat sebesar Rp2,84 triliun, naik 4% dibandingkan tahun lalu sebesar Rp2,72 triliun, sementara EBITDA tumbuh 5% menjadi Rp2,74 triliun dari Rp2,62 triliun.
Secara khusus, laba bersih yang disesuaikan meningkat 21% menjadi Rp2,28 triliun dibandingkan tahun lalu yakni Rp1,88 triliun. Hal ini mencerminkan kekuatan dan ketahanan strategi pengembangan properti terpadu dan portofolio recurring income yang tangguh.
Minarto menambahkan, untuk kinerja penjualan tahun ini hingga September tercatat mencapai Rp903 miliar, terutama berasal dari penjualan unit apartmen di Pakuwon Residences Bekasi, Pakuwon Mall Surabaya, Eastcoast Mansion Surabaya dan Tunjungan City, serta didukung oleh penjualan rumah tapak di Grand Pakuwon dan Pakuwon City township. Komposisi penjualan terdiri dari landed houses 41% serta condominium dan office sebesar 59%.
“Sekitar 73ri total marketing sales perusahaan berasal dari program insentif Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPNDTP) yang dicanangkan pemerintah sejak kuartal IV/2023,” imbuhnya.
Selama 9 bulan ini juga, Pakuwon telah mengucurkan dana belanja modal sebesar Rp769 miliar, yang digunakan terutama untuk pembiayaan proyek konstruksi Superblok Pakuwon Mall Bekasi dan Pakuwon City Mall Surabaya tahap 3.
Editor : Peni Widarti