JATIMKINI.COM, Cuaca panas ekstrem beberapa waktu lalu telah melanda Surabaya. Dalam beberapa bulan terakhir, suhu udara kota ini kerap menembus angka 36 derajat Celsius.
Kondisi ini menjadi pengingat bahwa perubahan iklim bukan lagi isu. Melainkan sudah menjadi kenyataan yang dirasakan langsung di halaman sekolah dan jalan-jalan kota.
Di tengah kondisi itu, sebuah gerakan kecil bernama “Mariners Mengajar” hadir membawa pesan besar, kepedulian lingkungan harus dimulai sejak dini.
Program ini diinisiasi PT Pelindo Marine Service (Pelindo Marine) dan digelar di SMP Labschool Unesa 1 Surabaya, pada Selasa 28 Oktober 2025. Lewat kegiatan ini, perusahaan ingin menanamkan kesadaran menjaga ekosistem laut sekaligus memperkenalkan dunia maritim kepada generasi muda.
“Anak-anak harus mengenal laut bukan sebagai bentangan air, tetapi sebagai sumber kehidupan yang harus dijaga,” ujar Lia Indi Agustiana, Direktur Keuangan, SDM, dan Manajemen Risiko Pelindo Marine.
Dalam sesi berbagi materi, ia mengingatkan pentingnya aksi kecil yang berdampak besar bagi bumi. “Kalau sepuluh anak muda bergerak bersama untuk menjaga lingkungan, maka masa depan bumi akan ikut bergerak ke arah yang lebih baik,” katanya.
Isu perubahan iklim menjadi konteks penting kegiatan ini. Menurut Lia, krisis lingkungan menuntut setiap sector, termasuk industri maritime, untuk ikut mengambil peran.
Alasan inilah yang membuat anak usaha Pelindo yang bergerak di bidang jasa maritime ini memilih merayakan HUT ke-14 dengan cara beda. Yakni memberikan kegiatan edukatif yang mengakar pada nilai keberlanjutan.
Salah satu sesi yang paling disukai siswa adalah “Pelaut Bercerita”, yang dibawakan Capt. Catur Budha Hanugrah Negari, Nakhoda Kapal Tunda Jayanegara 304. Di hadapan puluhan pelajar, ia menceritakan kisah para pelaut Nusantara yang dulu menaklukkan samudera.
“Nenek moyang kita pelaut yang tangguh,” katanya. “Menjaga laut berarti menghormati warisan mereka,” ujarnya menambahkan.
Kisah itu membuat suasana kelas berubah hening. Para siswa mendengarkan dengan antusias, seolah menyadari bahwa laut bukan sekadar latar sejarah, melainkan bagian dari identitas bangsa yang tengah terancam oleh pencemaran dan eksploitasi.
Program Mariners Mengajar tak sekadar berbagi pengetahuan. Pelindo Marine juga menyerahkan bantuan beasiswa bagi 28 pelajar dari lima SMP di Surabaya melalui Dinas Pendidikan Kota Surabaya.
Sekretaris Dinas Pendidikan, Putri Aisyah Mahanani, menilai langkah ini sejalan dengan upaya membangun generasi emas 2045.
“Saya mengapresiasi Pelindo Marine karena memperingati hari jadinya dengan cara yang bermakna. Kolaborasi seperti ini penting untuk membentuk generasi yang peduli lingkungan dan berdaya saing global,” ujarnya.
Kepala SMP Labschool Unesa 1, Muh. Miftahul Arif, turut menyambut baik inisiatif tersebut. “Melalui kegiatan ini, mendorong anak-anak belajar tentang laut sekaligus nilai moral tentang menjaga alam,” katanya.
Melalui Mariners Mengajar, Pelindo Marine berharap kesadaran ekologis bisa tumbuh dari setiap ruang sekolah. Mereka menyebut generasi muda Surabaya sebagai “Penjaga Bumi Majapahit”, sebagai simbol semangat maritim dan kebanggaan Nusantara.
Editor : Rochman Arief