JATIMKINI.COM, Di tengah panjangnya antrean keberangkatan, merencanakan ibadah haji tidak lagi cukup dengan niat dan doa. Ada dimensi finansial yang mesti dipikirkan sejak awal.
Itulah yang menjadi sorotan utama dalam seminar bertajuk “Perencanaan Finansial & Spiritual Menuju Haji Mabrur” yang digelar Bank KB Bukopin Syariah (KB Bank Syariah) bersama Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) di Surabaya, Kamis (25/9/2025).
“Sebagai bank penerima setoran haji, kami menyadari masih banyak masyarakat yang belum memahami manfaat setoran awal,” kata Adil Syahputra, Direktur Operasional KB Bank Syariah.
Kali ini Bank KB Bukopin Syariah kolaborasi dengan BPKH, dengan harapan memperkuat literasi pentingnya perencanaan ibadah haji sejak dini.
KB Bank Syariah, dalam kesempatan itu, memperkenalkan berbagai produk untuk mempermudah jemaah. Misalnya Tabungan iB Haji dengan setoran awal hanya Rp100 ribu tanpa biaya administrasi.
Ada pula Tabungan iB Haji Muda yang memungkinkan anak mulai menabung sejak dini. Selain tabungan, tersedia skema cicilan emas: calon jamaah dapat berinvestasi emas secara bertahap sesuai kemampuan. Instrumen ini bukan hanya tabungan, tapi juga aset yang cenderung naik nilainya, sekaligus bisa dicairkan saat pelunasan biaya haji.
Sedikitnya seratus peserta yang terdiri atas kelompok bimbingan ibadah haji (KBIH), pesantren, majelis taklim, Amal Usaha Muhammadiyah, hingga nasabah.
“Kami ingin mengajak semua elemen masyarakat memahami kembali urgensi setoran awal haji yang kerap luput dari perhatian calon jamaah,” ungkap Adil menjelaskan.
Bagi BPKH, perbankan syariah adalah ujung tombak dalam memperluas pemahaman masyarakat soal dana haji. Anggota BPKH Bidang Investasi, Indra Gunawan, menekankan bahwa bank syariah berperan sebagai mitra strategis, baik dalam pendaftaran maupun menjaga keadilan manfaat bagi jemaah.
“Dana haji yang dikelola BPKH telah memberikan diskon rata-rata hampir 50 persen. Sejak 2018 hingga kini, total manfaat yang dikembalikan kepada jemaah mencapai Rp41,6 triliun. Semua itu berasal dari umat dan dikembalikan kepada umat, bukan dari APBN,” jelas Indra.
Seminar ini pada akhirnya tidak sekadar menyoroti aspek finansial, tapi juga bagaimana kesiapan spiritual berjalan beriringan dengan rencana ekonomi. Edukasi tabungan haji menjadi pintu masuk: mengajarkan masyarakat bahwa menunaikan rukun Islam kelima bukan hanya perkara ibadah, tapi juga perencanaan dana haji yang matang.
Editor : Rochman Arief