JATIMKINI.COM, Halaman Universitas Muhammadiyah Surabaya (UMSurabaya) mendadak berubah menjadi lautan warna merah dan putih pada Rabu (17/9/2025) sore. Ribuan mahasiswa baru memadati kampus untuk mengikuti puncak kegiatan Masa Ta’aruf Mahasiswa, Orientasi Dinamika, dan UKM Expo (MOX) 2025.
Sebanyak 4.018 mahasiswa baru hadir dengan pakaian serba putih dan topi senada, berpadu dengan jaket almamater merah yang menjadi kebanggaan kampus. Suasana semakin riuh ketika mereka diminta membawa layang-layang, bukan untuk diterbangkan, melainkan sebagai simbol harapan.
Di permukaan layang-layang itu tertulis berbagai pesan, mulai dari serius hingga menggelitik: “Stop Merokok Sambil Naik Motor,” “Hentikan Tambang,” hingga aneka harapan pribadi.
“Layang-layang ini menjadi simbol, sekaligus pesan kepada mahasiswa untuk bebas bermimpi. Sebebas-bebasnya, setinggi-tingginya. Tanpa batas,” kata Rektor UMSurabaya, Dr Mundakir, S.Kep., Ns., M.Kep., kepada wartawan.
Namun, lanjutnya, kebebasan itu tetap perlu mengikuti arah angin. “Terbang tinggi sesuai arah angin,” ujarnya, mengingatkan bahwa idealisme mahasiswa harus tetap berpijak pada realitas.
Internasionalisasi Kampus
Dalam kesempatan itu, civitas akademika UMSurabaya diperkenalkan kepada mahasiswa baru: mulai rektor, wakil rektor, dekan, hingga direktur program studi. Selain itu, mahasiswa juga diperkenalkan dengan rekan-rekan mereka dari mancanegara.
Tahun ini, UMSurabaya menerima mahasiswa asing dari Thailand (6 orang), Yaman (5), Sudan (3), Kamboja (4), Pakistan (3), Filipina, Malaysia, dan Palestina (masing-masing 1 orang).
“Keberadaan mahasiswa asing bagian dari aspek internasionalisasi dalam menanamkan program global yang sudah kami jalankan,” jelas Mundakir.
Internasionalisasi itu bukan sekadar jargon. UMSurabaya juga mengirim 30 mahasiswa untuk KKN internasional di Singapura, melepas 15 mahasiswa yang mengambil double degree di Taiwan, serta mempersiapkan pengiriman mahasiswa untuk KKN ke Korea Selatan dan Arab Saudi.
Dukungan Beasiswa
Jumlah mahasiswa baru UMSurabaya tahun ini juga meningkat dibanding tahun lalu. Dari sekitar 3.800 mahasiswa baru pada 2024, kini bertambah menjadi 4.018 orang.
Kampus juga mengalokasikan beasiswa senilai Rp10,1 miliar dengan berbagai skema, sebagai bentuk komitmen mendukung pendidikan inklusif.
Bagi UMSurabaya, MOX bukan sekadar kegiatan orientasi. Ia menjadi ruang simbolis untuk memperkenalkan wajah kampus: modern, terbuka, dan berorientasi global. Kampus ini ingin mencetak lulusan dengan kompetensi tinggi, sekaligus pemimpin masa depan yang mampu terbang setinggi layang-layang yang mereka bawa.
Editor : Rochman Arief