JATIMKINI.COM, Berdasarkan data Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur, estimasi kasus TBC di Surabaya mencapai 16.127 pada 2024 dan 16.098 pada 2025. Hingga Desember 2024, Surabaya mencatat 12.096 kasus (75ri estimasi), sementara per 24 Maret 2025, terdeteksi 1.917 kasus berdasarkan Sistem Informasi Tuberkulosis (SITB).
Dengan tingginya kasus Tuberkulosis (TBC) di Surabaya Rumah Sakit Ubaya bersama Tim Penggerak PKK Surabaya dan BPJS Kesehatan menggelar Community Wellness Program bertema “PKK Peduli TBC: Bersama Kita Bisa Wujudkan Indonesia Bebas TBC 2030” yang digelar di RS Ubaya pada Rabu, (27 /8/ 2025)
Edukasi dan Deteksi Dini Jadi Kunci
Ketua Tim Penggerak PKK Surabaya, Rini Indriani Eri Cahyadi, S.Farm., Apt., mengapresiasi RS Ubaya atas komitmennya menyediakan layanan kesehatan untuk masyarakat. Ia mengajak anggota PKK aktif mengedukasi lingkungan sekitar tentang TBC.
“Jika ada tetangga dengan gejala batuk berkepanjangan atau tubuh kurus, segera laporkan ke puskesmas terdekat,” kata Rini
Rini menegaskan, kolaborasi antarpihak, termasuk PKK dan rumah sakit, sangat penting untuk menekan angka kasus TBC.
“Terima kasih kepada RS Ubaya yang telah mengedukasi ibu-ibu PKK di Kecamatan Tenggilis. Ini sangat membantu pencegahan TBC,” tambahnya.
Komitmen RS Ubaya dan BPJS Kesehatan
Sementara itu Direktur RS Ubaya, dr. Wenny Retno Sarie Lestari, MMRS, FISQua, menegaskan komitmen rumah sakit yang baru berusia 2,5 tahun ini dalam menangani TBC melalui layanan BPJS Kesehatan.
“Indonesia berada di peringkat kedua dunia untuk kasus TBC setelah India. Penderita harus menjalani pengobatan rutin hingga sembuh,” ujarnya.
Disisi lain Head of Branch Office BPJS Kesehatan, Hernina Agustin Arifin, mendukung penuh upaya pencegahan TBC di Surabaya.
“Dukungan CSR dari RS Ubaya menjadi contoh bagi badan usaha lain. Semoga RS Ubaya terus berkembang dan melayani masyarakat,” katanya.
Seperti diketahui, Community Wellness Program bertema “PKK Peduli TBC: Bersama Kita Bisa Wujudkan Indonesia Bebas TBC 2030” merupakan bagian dari upaya bersama mewujudkan Indonesia bebas TBC pada 2030. Dengan edukasi, deteksi dini, dan pengobatan konsisten, Surabaya bertekad menekan penyebaran penyakit yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis ini.
Editor : Ali Topan