Wali Kota Sutiaji meminta kepada pihak Bank Indonesia ( BI ) wilayah Malang untuk menambah kuota penukaran uang baru untuk masyarakat Kota Malang dan sekitarnya.
"Ya kalau bisa kuotanya Rp.4,6 triliun itu dapat ditambah berapa gitu, kemudian juga bisa ditambah harinya agar masyarakat semakin banyak yang dapat terlayani dengan baik mengingat animo masyarakat nampak luar biasa ini. Harapannya akan semakin meningkatkan perputaran ekonomi di Kota Malang ini," tegas Wali Kota Sutiaji di Malang, Sabtu (8/4/2023).
Menurut Sutiaji, animo masyarakat yang sangat tinggi untuk menukar uang baru jelang mendekati lebaran tahun ini.
Wali Kota Sutiaji bersyukur melihat kondisi perekonomian di Kota Malang saat ini sudah membaik pasca pandemi Covid-19.
"Alhamdulillah kita bersyukur ya karena 2 tahun lalu kita masih dalam kondisi pandemi Covid-19 dan ekonomi kita lumayan jatuh tapi saat ini, alhamdulillah situasinya berseiring dengan pertumbuhan ekonomi kota Malang yang cukup bagus. Dan uang yang ditukarkan ini pasti akan diberikan atau disedekahkan kepada orang lain," ungkap Sutiaji.
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Malang, Samsun Hadi menjelaskan, pihaknya telah bekerjasama dengan Perbankan dan Pemerintah Kota (Pemkot) Malang, Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Malang menggelar layanan penukaran uang baru yang dimulai sejak pagi ini.
"Layanan penukaran uang baru dari BI Malang ini dilaksanakan di Gedung Kartini Kota Malang yang akan berlangsung selama enam hari hingga tanggal 13 April 2023 mendatang," ucap Samsun Hadi.
Lebih lanjut Samsun Hadi menjelaskan, dalam penukaran uang baru ada setiap hari di Gedung Kartini dan akan melayani sebanyak 1.600 penukaran uang dimana setiap orang dibatasi hanya satu kali penukaran dengan batas Rp.3,8 juta untuk setiap harinya.
"Jadi masyarakat tidak perlu khawatir karena telah kami siapkan Rp.4,6 triliun yang dapat ditukar selama enam hari di Gedung Kartini ini," jelas Samsun Hadi.
Sementara pantuan Jatimkini.com di lapangan terdapat berapa masyarakat kota Malang merasa kecewa dikarenakan penukaran uang baru yang di selanggarakan oleh BI Malang tidak sesuai harapan masyarakat kota Malang.
"Ya kecelik mas, lak kok wes tutup adoh-adoh rene hemmm, jarene meneh sampek tanggal 13 jek ono wah kuduh budal subuh iki sam, ayo cabut ae Jess buko jek suwe," ungkap Ratna warga Arjowinangun inii.
Disisi lain, Galih bersama sohib karibnya warga Muharto Malang dirinya, berhasil menukar uang lamanya menjadi gress alias baru.
"Tadi rangkat jam 6, temenku yang berangkat duluan jam 5 setelah subuhan, alhamdulilah dapat tempat didepan ketika antrian dibuka jam 8, ya lumayan antri 1-2 jam mengular tapi lancar mas bisa tukar uang lebaran bagi-bagi buat anak, ponakan, kerabat "tuturnya Galih penuh tersenyum bahagia. (R1)
Editor : Redaksi