Pengelola wisata Boonpring di Desa Sanankerto, Kecamatan Turen, Kabupaten Malang, Jawa Timur, menyiapkan diri menyambut pelancong saat Lebaran nanti.
Pasalnya, objek wisata alam yang eksotis itu khas memiliki koleksi 115 jenis bambu di antaranya langka di dunia. Karena itu, saat Lebaran mendatang dipastikan menjadi destinasi wisata unggulan berbasis desa.
"Kami memperbaiki infrastruktur di dalam objek wisata. Termasuk menyiapkan dua jalur sebagai pintu masuk dan keluar," tegas Direktur BUMDes Kertoraharjo Muhammad Yatim, Jumat (7/4).
Saat ini, pengelola Boonpring sengaja menutup total wisata selama Ramadan. Tujuannya selain perbaikan dan pemulihan vegetasi juga faktor bisnis.
"Bila dibuka justru rugi karena pengunjungnya sedikit. Itu sesuai pengalaman tahun-tahun lalu," katanya.
Yatim menjelaskan selama menutup total selama sebulan penuh dimanfaatkan untuk perbaikan. Pengelola memperbaiki infrastruktur yang rusak dan membuat akses jalan dua jalur.
"Nantinya, ada jalan masuk menuju objek wisata dan jalan pintu keluar," ucapnya.
Pembangunan itu guna kenyamanan pengunjung. Sebab, wisata Boonpring akan dibuka lagi pada Minggu (23/4) mendatang atau H+1 Lebaran. Pengelola pun mengatur dua jalur untuk mengantisipasi lonjakan pengunjung selain memberikan kenyamanan.
Wisata Boonpring memiliki keunikan 115 jenis pring atau bambu. Selain itu, ada konservasi ikan endemik Jatim yang sampai kini tetap lestari. Wisatawan bisa menikmati berwisata air dan keindahan alam sembari berbelanja bibit tanaman bambu.
Yatim memprediksi pengunjung di objek wisata berbasis desa bakal membeludak. Hal itu karena pembukaan wisata pascapandemi mendorong orang mengunjungi desa ketimbang ke tempat lain.
Apalagi, sekarang bermunculan wisata baru selain di Turen juga ada di Wajak. Wisata alternatif bermunculan lengkap dengan oleh-oleh khas perdesaan.(R2)
Editor : Redaksi