x
x

Dukung Ketahanan Pangan, Bupati Kediri Resmikan Program Electrifying Agriculture PLN

JATIMKINI.COM, Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana meresmikan serangkaian program Electrifying Agriculture di Desa Kayen Kidul, Kecamatan Kayen Kidul, Kabupaten Kediri Jawa Timur, pada Rabu (27/12). Program yang digagas oleh PT PLN (Persero) ini berupa penyambungan listrik untuk 8 titik pompa air dengan total daya 44 kilo Volt Ampere (kVA). Diharapkan melalui program Electrifying Agriculture dapat mendukung ketahanan pangan nasional.

Electrifying Agriculture merupakan program PLN dengan mengajak para petani untuk beralih ke alat-alat dan mesin pertanian berbasis listrik sehingga lebih maju dan modern dengan peningkatan produktivitas dan efisiensi biaya operasional. Dengan penyambungan pompa air ini selain mensuplai kebutuhan pasokan air persawahan milik petani cabai, kacang panjang hingga terong di Kayen Kidul, program ini dapat menghemat operasional petani hingga 25%.

Di hadapan puluhan petani, Bupati Hanindhito Himawan Pramana menyampaikan harapannya dengan peresmian sumber air tenaga listrik ini dapat mengatasi masalah pasokan air yang selama ini dialami petani setempat dampak dari El-Nino yang membuat kekeringan akibat kemarau panjang.

"Peresmian ini sebagai jawaban atas keresahan para petani kita belakangan ini. Semoga dengan adanya sumber air tenaga listrik ini, para petani yang tadinya kesulitan pengairan bisa teratasi," papar Hanindhito.

Kepala Desa Kayen Kidul, Bambang Agus Pranoto mengaku dengan sumber air tenaga listrik ini akan membantu para petani.

"Tentu akan memudahkan petani kita. Sumber air tenaga listrik ini juga lebih efisien, murah, dan ramah lingkungan," kata Bambang.

General Manager PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Timur, Agus Kuswardoyo menyampaikan elektrifikasi di sektor pertanian merupakan salah satu langkah PLN untuk mengupayakan agar tenaga listrik menjadi pendorong kegiatan ekonomi.

"Electrifying Agriculture ini adalah perubahan gaya hidup yang diterapkan oleh petani untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas produktivitas para petani, sehingga akan lebih maju dan modern," kata dia.

Tercatat hingga Desember 2023 di Jawa Timur terdapat 20.486 pelanggan yang memanfaatkan Electrifying Agriculture dengan total daya tersambung 84.211 kVA. Sedangkan, di Kediri sendiri berkontribusi 20% terhadap total pelanggan se-Jawa Timur yaitu sejumlah 4.036 pelanggan dengan total daya 9.353 kVA.

Sebagai negara agraris, PLN mendukung penuh cita-cita ketahanan pangan dalam negeri. Dengan program Electrifying Agriculture ini dapat menumbuhkan berbagai potensi untuk menyokong penguatan komoditas pertanian, perkebunan, peternakan demi terwujudnya ketahanan pangan nasional. Hal ini selaras dengan program Pemerintah Provinsi Jawa Timur sebagai lumbung pangan nasional.

Berita Terbaru
Rabu, 09 Jul 2025 16:01 WIB

Produksi Melimpah Tapi Perut Rakyat Masih Keroncongan

Dibalik gegap gempita pernyataan pemerintah mengenai keberhasilan sektor pangan nasional, muncul satu ironi yang menggigit
Rabu, 09 Jul 2025 13:36 WIB

Bertepatan Pembukaan Fortasi, SMAMX Beri Reward Siswa Peraih Medali Porprov IX Jatim

Kepala SMA Muhammadiyah 10 (SMAMX) Surabaya resmi memberikan penghargaan dan apresiasi pada 23 siswa peraih medali ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov ) IX
Rabu, 09 Jul 2025 13:32 WIB

PTPN I Regional 5 Beri Bantuan Infrastruktur Pendidikan untuk Yayasan Yatim Kepodang Mandiri Sidoarjo

JATIMKINI.COM, Sebagai wujud nyata kepedulian terhadap pendidikan masyarakat sekitar, PT Perkebunan Nusantara (PTPN) I Regional 5 memberikan bantuan Tanggung
Rabu, 09 Jul 2025 13:26 WIB

Perkembangan Pasar Modal: Stabil tapi Rawan

Perkembangan pasar modal dalam negeri masih resilien meski dihadapkan dengan sejumlah indikator global, yang bisa membawa dampak besar.
Selasa, 08 Jul 2025 19:58 WIB

Kadin Jatim Sebut Tarif Impor AS 32% Justru Bikin Peluang Besar Ekspor Tekstil

JATIMKINI.COM, Kebijakan tarif impor sebesar 32% yang diterapkan pemerintahan Presiden Donald Trump terhadap produk dari berbagai negara Asia menciptakan
Selasa, 08 Jul 2025 18:06 WIB

Problem Pendidikan, SDN Sepi Peminat

Di tengah mimpi besar menuju Indonesia Emas 2045, negeri ini justru dihantui fenomena penuh tanda tanya, mengapa Sekolah Dasar Negeri makin ditinggalkan