Pusat Penelitian Kebijakan Ekonomi (PPKE) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya (FEB-UB) melakukan survei pada Februari-Maret 2023 di Kayutangan heritage. Hasilnya, terungkap fakta Kayutangan perlu pembenahan agar pelancong kian betah.
Peneliti senior PPKE Joko Budi Santoso menyatakan pembangunan trotoar di Jalan Basuki Rahmat memang berimbas mendongkrak kunjungan wisatawan di Kayutangan heritage. Namun, keberadaan trotoar kurang memberikan nilai tambah bagi usaha makanan di dalam kampung.
"Hal ini mengindikasikan terjadi ketidakmerataan dampak yang diterima oleh masyarakat, terutama para pelaku usaha makanan," tegasnya.
Di dalam kampung, kuliner yang dijual kurang bervariasi. Sejumlah kedai bahkan tidak memiliki cukup tempat bagi pengunjung yang ingin dine-in atau makan di tempat.
Sedangkan 28,57ri 105 responden yang pernah mengunjungi Kayutangan mengeluhkan kurangnya lahan parkir. Sebanyak 13,33% pengunjung menyatakan kurangnya branding yang dinilai belum meluas. Sebanyak 11,42% pengunjung menilai Kayutangan kurang rapi dan kurang indah.
Para pengunjung yang merasa kurang nyaman saat berwisata di Kayutangan sebanyak 5,71%. Sebanyak 6,66% pengunjung menyatakan masih kurangnya papan informasi atau petunjuk jalan.
Sebanyak 7,61% pengunjung menyatakan masih kurangnya aktivitas kegiatan yang ditawarkan di Kayutangan heritage. Sebesar 6,66% pengunjung menyampaikan Kayutangan heritage masih kurang bersih dan banyak sampah berceceran.
"Hasil survei ini bisa menjadi pertimbangan untuk melakukan review kembali dengan fokus pada daya dukung infrastruktur dan dukungan atraksi wisata yang menampilkan budaya dan seni Kota Malang di dalam Kayutangan heritage," kata Joko.
Sesuai data Disporapar Kota Malang, lanjutnya, 53 destinasi pariwisata telah dikunjungi sekitar 13,5 juta wisatawan sepanjang 2022. Mereka berwisata di kampung tematik, museum, mal, taman kota, dan destinasi wisata lainnya. Di sisi lain, BPS Kota Malang mengungkapkan sepanjang 2022 terdapat 2,7 juta wisatawan. Kendati terjadi beda data, fakta itu menunjukkan pariwisata pulih pascapandemi.
"Tentunya, jumlah kunjungan wisatawan ini dapat terus ditingkatkan dengan perbaikan dan penataan ikon-ikon pariwisata Kota Malang seperti kampung heritage Kayutangan," tuturnya.
Health tourism
Joko mengungkapkan tantangan sektor pariwisata 2023 dan masa depan ialah pengembangan Malang Health Tourism. Sebab, cuaca yang relatif sejuk, infrastruktur dan SDM yang memadai menjadikan potensi Malang Health Tourism dapat berkembang dengan cepat.
Dalam hal ini, Pemkot Malang harus segera menyusun roadmap pengembangan Malang Health Tourism yang adaptif. Termasuk mampu mengolaborasi seluruh sumber daya dan memperkuat kerja sama antardaerah di Malang Raya. Tujuannya, menjadikan Malang Raya sebagai destinasi wisata kesehatan bertaraf internasional.
Selain itu segera membangun integrasi pariwisata dengan ekonomi kreatif dan UMKM sebagai daya dukung pariwisata. Prosesnya dengan mengoptimalkan Malang Creative Center sebagai inkubator bisnis. Tujuannya untuk menciptakan wirausahawan dengan produk-produk unik berbasis kreativitas.
"Ini sebagai sebuah keharusan," tandasnya.
Selanjutnya, getol pendampingan dan fasilitasi UMKM terhadap akses permodalan dan standarisasi produk. Salah satunya berupa sertifikasi halal secara masif dan berkelanjutan.
Editor : Redaksi