BI Hadirkan Gerai CERDAS PeKA di Kampus, Bentengi Mahasiswa dari Risiko Transaksi Digital

Reporter : Peni Widarti
Peresmian gerai Cerdas Peka di Unair. Foto : Peni Widarti

JATIMKINI.COM, Bank Indonesia (BI) terus memperkuat pelindungan konsumen di tengah pesatnya digitalisasi sistem pembayaran. Komitmen itu diwujudkan melalui peluncuran Gerai CERDAS PeKA di Universitas Airlangga (UNAIR) Surabaya sebagai hasil kolaborasi BI, UNAIR, dan PERBANAS.

Peluncuran ini sejalan dengan arah kebijakan dalam Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia (BSPI) 2030 dan Peraturan Bank Indonesia Nomor 6 Tahun 2026 tentang Pelindungan Konsumen.

Baca juga: FESyar Jawa 2026 Resmi Ditutup, Catat Transaksi Rp88 Miliar & Perkuat Sinergi Ekonomi Syariah

“Digitalisasi membuka kesempatan, literasi membangun keberdayaan, dan kolaborasi menjaga kepercayaan," ujar Filianingsih Hendarta, Deputi Gubernur Bank Indonesia, dalam sambutannya.

Gerai CERDAS PeKA, atau Cakrawala Edukasi dan Ruang Diskusi Aman untuk Semua Konsumen Indonesia – Peduli, Kenali, Adukan, merupakan ruang edukasi dan diskusi yang mendekatkan isu pelindungan konsumen dengan lingkungan kampus.

Melalui gerai ini, mahasiswa dapat memperkuat pemahaman mengenai produk dan layanan keuangan, mengenali risiko transaksi digital, serta memperoleh informasi mengenai mekanisme dan kanal pengaduan ketika menghadapi permasalahan.

Tidak hanya edukasi satu arah, mahasiswa juga dapat berdiskusi dan berkonsultasi langsung mengenai produk dan layanan keuangan, risiko transaksi digital, serta mekanisme pelindungan konsumen. Edukasi dirancang sesuai kebutuhan dan karakteristik generasi muda serta diperluas melalui jejaring kampus dan komunitas secara berkelanjutan.

Tujuannya untuk membangun kebiasaan bertransaksi yang aman dan bertanggung jawab sekaligus memperkuat kepercayaan terhadap ekosistem ekonomi dan keuangan digital.

Inisiatif Gerai CERDAS PeKA merupakan bagian dari Gerakan Bersama Edukasi Pelindungan Konsumen (GEBER PK). Pelindungan konsumen hadir dengan tiga pendekatan utama. Pertama, peduli yakni membangun kesadaran bahwa keamanan transaksi merupakan tanggung jawab bersama.

Kedua, kenali yakni membiasakan konsumen memeriksa informasi, memahami produk, dan mengenali risiko sebelum bertransaksi. Ketiga, adukan yakni mendorong konsumen mengetahui dan memanfaatkan kanal pengaduan yang tepat ketika menghadapi permasalahan.

“Literasi yang paling kuat bukan literasi yang hanya diketahui, tetapi literasi yang menjadi kebiasaan dalam mengambil keputusan sehari-hari," ungkap Filianingsih.

Baca juga: FESyar 2026: Indonesia Peringkat 4 Ekonomi Syariah Global, Literasi & Pemberdayaan Jadi Kunci Pertumbuhan

Menurut BI, kebiasaan sederhana seperti memeriksa legalitas penyelenggara, memahami bunga dan biaya, serta tidak membagikan OTP menjadi kunci ketahanan di era digital yang serba cepat.

Kehadiran Gerai CERDAS PeKA di lingkungan kampus diharapkan menjadi momentum untuk mengembangkan inisiatif serupa secara berkelanjutan guna mewujudkan ekosistem ekonomi dan keuangan digital Indonesia yang aman, inklusif, berintegritas, dan terpercaya.

Ke depan, BI menegaskan akan terus memperkuat kolaborasi dengan perguruan tinggi, asosiasi dan industri sistem pembayaran untuk memperluas edukasi dan pelindungan konsumen, terutama bagi generasi muda yang menjadi penggerak utama ekonomi digital.

Wakil Rektor Bidang SDM Universitas Airlangga Ardianto mengatakan, kampus bukan cuma ruang untuk belajar, tapi juga untuk menimbulkan kesadaran masyarakat. Gerai ini dapat menjadi ruang edukasi, konsultasi, dan diskusi yang akademis, praktis, dan juga dengan pemerintah.

"Datang tidak hanya untuk membawa masalah, tapi juga belajar solusi," katanya.

Baca juga: Jaga Konsumsi & Investasi, BI Jatim Beber Jurus Tahan Ekonomi Agar Bisa Tumbuh 5,7%

Dia menambahkan, dengan adanya akses literasi informasi, mahasiswa akan lebih memahami bagaimana pembayaran digital, investasi, dan lain-lain, serta akan mengetahui hak dan kewajiban mereka.

"Tentunya Universitas Airlangga menyambut baik karena sejalan dengan Excellence with Morality. Oleh karena itu kami bangga dan akan tanggap jika diajak untuk berdampak bagi masyarakat," tutupnya.

 

 

Editor : Peni Widarti

Ekonomi
Berita Populer
Berita Terbaru