Meretas Asa Talenta Muda Sepakbola Melalui Soekarno Cup 2026

Reporter : Rochman Arief
Soekarno Cup 2026. Foto: IST.

JATIMKINI.COM, Soekarno Cup 2026 tidak berhenti sebagai turnamen sepak bola usia muda. Kompetisi yang digagas PDI Perjuangan ini membuka jalan bagi talenta-talenta muda dari berbagai daerah untuk memasuki jenjang sepak bola profesional.

Ketua Panitia Nasional Soekarno Cup 2026, Komarudin Watubun, mengatakan bahwa sejumlah pemain yang tampil dalam turnamen ini mulai mendapat perhatian klub-klub yang berlaga di Liga 2 dan Liga 3. 

Baca juga: Said Abdullah Terima PWI Award, Ini Kriterianya

Kompetisi yang terbuka dan menjangkau berbagai daerah dinilai dapat mempertemukan talenta muda dengan pelatih, pencari bakat, maupun klub profesional. “Soekarno Cup diharapkan menjadi bagian dari proses penemuan dan pengembangan pemain,” kata Komarudin, dikutip Senin 24 Agustus 2026.

Soekarno Cup 2026 diikuti 16 provinsi dengan melibatkan sekitar 400 talenta muda. Turnamen yang berlangsung di Jawa Timur pada 10–24 Agustus 2026 ini merupakan penyelenggaraan ketiga setelah sebelumnya digelar di Jakarta pada 2023 dan Bali pada 2025.

Juru Bicara Soekarno Cup sekaligus mantan pemain Tim Nasional Indonesia, Anang Ma’ruf, mengungkapkan sejumlah pelatih dari klub Liga 2 dan Liga 3 ikut memantau turnamen, baik melalui siaran langsung maupun hadir di stadion. Bahkan, sudah ada klub yang meminta data sejumlah pemain yang dinilai potensial.

Di kesempatan yang sama, Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan Wibowo Prasetyo mengapresiasi perkembangan tersebut. Menurutnya, ketertarikan klub profesional terhadap pemain Soekarno Cup menunjukkan turnamen ini memiliki hasil yang jauh lebih penting daripada sekadar menentukan siapa yang menjadi juara.

“Ini yang menurut saya sangat penting. Ukuran keberhasilan Soekarno Cup jangan dilihat dari siapa yang mengangkat piala. Kalau dari turnamen ini ada anak-anak muda dari daerah yang ditemukan, kemudian mendapat kesempatan masuk klub profesional, di situlah nilai sesungguhnya dari Soekarno Cup,” urai Wibowo.

Ia mendukung pandangan Komarudin bahwa kompetisi harus menjadi bagian dari mata rantai pembinaan pemain muda. Indonesia memiliki jumlah talenta sepak bola yang sangat besar, tetapi tidak semuanya memiliki akses terhadap akademi sepak bola maupun kesempatan unjuk skill di hadapan pencari bakat.

Baca juga: DPD PDIP Jatim: Nuzulul Qur'an Bagian dari Jati Diri

“Banyak anak hebat lahir dari kampung, desa, sekolah, dan lapangan sederhana. Mereka mungkin tidak mempunyai akses ke akademi besar, tetapi bukan berarti tidak memiliki bakat. Soekarno Cup harus menjadi salah satu jembatan agar talenta seperti ini mendapatkan panggung dan kesempatan,” ujarnya.

Wibowo mengatakan pendekatan tersebut sekaligus menerjemahkan pemikiran Bung Karno tentang olahraga. Karena itu, membawa nama Soekarno dalam sebuah kompetisi membawa tanggung jawab besar. Harapannya agar olahraga memberi ruang bagi generasi muda untuk berkembang dan berprestasi.

Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto sebelumnya mengatakan Soekarno Cup 2026 diinisiasi Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Ekonomi Kreatif, M. Prananda Prabowo. 

Pranda memandang sepak bola sebagai sarana strategis untuk menanamkan kedisiplinan, sportivitas, mental ksatria, dan semangat gotong royong kepada generasi muda.

Baca juga: PDI Perjuangan Perkuat Konsolidasi Bareng Rakyat di HUT ke-53

“Karena itu, saya berharap pemain-pemain potensial yang ditemukan dalam Soekarno Cup terus dikawal. Jangan selesai ketika turnamen selesai. Kalau mereka bisa masuk klub, mendapat pembinaan yang baik, dan mengenakan seragam Tim Nasional Indonesia. Itu menjadi kebanggaan kita bersama,” tegasnya.

Soekarno Cup 2026 mencapai puncaknya hari ini, Senin (24/8/2026) dengan mempertemukan Banteng Jawa Barat melawan Banteng Bali di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya. 

Jawa Barat memastikan tiket final setelah melewati rangkaian pertandingan hingga semifinal. Sedangkan sementara Bali kembali mencapai partai puncak setelah sebelumnya menjadi juara Soekarno Cup 2023.

Editor : Rochman Arief

Ekonomi
Berita Populer
Berita Terbaru