Mahasiswa UWG Malang Susur Goa Coban Perawan Temukan Kondisi Terbaru Ekosistem Karst

jatimkini.com
Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Widya Gama (UWG) Malang menyusuri sungai bawah tanah di Goa Coban Perawan, Desa Sukodadi, Kecamatan Gedangan, Kabupaten Malang. Foto: Dok. UWG

JATIMKINI.COM, Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Widya Gama (UWG) Malang memilih ruang belajar yang berbeda. Mereka menyusuri sungai bawah tanah di Goa Coban Perawan, Desa Sukodadi, Kecamatan Gedangan, Kabupaten Malang, Jawa Timur, dalam kuliah Experiential Learning Class (ELC) Hukum Lingkungan untuk memahami langsung pentingnya perlindungan kawasan karst.

Didampingi Dosen Fakultas Hukum UWG Purnawan Dwikora Negara dan pemandu gua bersertifikat Shohibul Izar yang bertindak sebagai dosen tamu, para mahasiswa mengamati ekosistem karst yang menjadi penyimpan cadangan air sekaligus rumah bagi speleothem, ornamen gua yang terbentuk melalui proses alam selama ratusan hingga ribuan tahun.

"Selama ini mahasiswa lebih banyak memahami fungsi hutan sebagai penghasil oksigen dan penyerap karbon. Padahal, kawasan karst juga memiliki peran ekologis yang sangat penting," kata Purnawan, Senin (6/7).

Menurut Purnawan, speleothem terbentuk dari perpaduan air, batu kapur, karbondioksida, dan waktu. Prosesnya berlangsung sangat lambat, hanya sekitar 0,01 hingga 3 milimeter per tahun. Sehingga kerusakan yang terjadi hampir mustahil dipulihkan dalam waktu singkat.

Namun, bentang alam karst kini menghadapi ancaman ekspansi tambang. Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan mengenai sejauh mana regulasi mampu melindungi kawasan karst dan seberapa efektif penegakan hukumnya di lapangan.

Hal ini menjadi tantangan bagi hukum lingkungan. Sebab, perlindungan kawasan karst tidak cukup hanya di atas kertas, tetapi juga harus diwujudkan melalui penegakan hukum yang konsisten.

Sebanyak tujuh mahasiswa kelas karyawan mengikuti simulasi dan praktik lapangan pada 4 Juli untuk menghubungkan teori dengan persoalan nyata. Selain mempelajari aspek hukum lingkungan, kegiatan ini juga menanamkan nilai Pancasila dan cinta Tanah Air, termasuk kepedulian terhadap alam dan tanggung jawab menjaga sumber daya hayati.

Kegiatan tersebut juga merupakan bagian dari pengabdian masyarakat UWG yang berkelanjutan. Berawal dari Program Penguatan Kapasitas (PPK) Ormawa pada 2023, kampus bersama masyarakat mengembangkan Ecoeduwisata Susur Sungai Bawah Tanah Coban Perawan melalui kolaborasi dengan asesor pemandu gua.

Dalam kesempatan itu, Ketua LPPM UWG Malang Fachrudin menyerahkan sertifikat kompetensi kepada empat warga Desa Sukodadi yang telah lulus uji kompetensi sebagai pemandu wisata gua. Langkah ini diharapkan memperkuat kapasitas masyarakat dalam mengembangkan wisata berbasis konservasi sekaligus menjaga kelestarian kawasan karst.

Sumber: Universitas Widya Gama Malang

Editor : Bagus Suryo

Ekonomi
Berita Populer
Berita Terbaru