JATIMKINI.COM, Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur dan HGI Research Centre melakukan penandatanganan Letter of Intent (LoI) di Shanghai, Tiongkok pada kesempatan kunjungan pemerintah Jatim me Tiongkok pada 8 - 12 Juni 2026.
Kerja sama ini dilakukan untuk mempersiapkan generasi muda menghadapi era digital melalui pengembangan pendidikan dan kerja sama internasional. Salah satu fokus utama adalah adaptasi pendidikan terhadap teknologi dan kebutuhan dunia kerja.
Wakil Presiden HGI Research Centre, Wang Chen mengatakan bahwa pendidikan vokasi pada dasarnya tidak hanya berfokus pada penguasaan alat atau teknologi tertentu.
“Pendidikan vokasi bukan sekadar mengajarkan penggunaan alat, tetapi membantu siswa memahami cara industri bekerja dan proyek dijalankan. Di era AI, perusahaan tidak lagi hanya mencari individu yang bisa menggunakan AI, tetapi yang mampu memanfaatkannya secara efektif. Karena itu, HGI Research Centre berkomitmen membawa proyek, proses, dan standar industri ke dalam ruang kelas di Indonesia,” jelas Wang Chen dalam siaran pers, Selasa (16/6/2026).
Dalam kessmpatan yang sama, Wang Zhenfei, Deputy Director of the Education Bureau of Putuo District, Shanghai, memberikan gambaran mengenai bagaimana pendidikan dapat beradaptasi dengan perkembangan teknologi sekaligus tetap menjaga keterkaitannya dengan kebutuhan dunia kerja.
Ia menjelaskan bahwa Putuo memiliki 160 institusi pendidikan dengan lebih dari 100.000 siswa dan sekitar 12.000 tenaga pendidik serta kependidikan.
Sejak 2020, Putuo telah mengimplementasikan pendidikan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence atau AI) dan menjadi salah satu dari tiga kawasan percontohan pendidikan AI di Shanghai.
"Di saat yang sama, sistem pendidikan vokasi modern di wilayah tersebut juga terus diperkuat untuk memastikan kualitas pendidikan yang relevan dengan kebutuhan industri masa depan," katanya.
Kepala Dinas Pendidikan Jatim, Aries Agung Paewai menyatakan bahwa industri digital kini telah menjadi arah penting bagi pertumbuhan ekonomi.
Baca juga: DPRD Soroti Pedas Program MBG di Surabaya
“Melalui kolaborasi dengan HGI Research Center dan sejumlah kampus vokasi terkemuka di Shanghai, Jawa Timur berharap dapat mencetak talenta muda yang tidak hanya menguasai keterampilan digital mutakhir, tetapi juga memiliki kemampuan komunikasi serta berwawasan internasional demi mendukung peningkatan skala industri regional,” tegasnya.
Selama kunjungan, delegasi Disdik Jawa Timur dan HGI Research Centre melakukan diskusi mendalam mengenai integrasi dunia industri dan pendidikan, penyusunan kurikulum bersama, hingga sertifikasi keterampilan vokasi internasional.
Salah satu topik utama yang mendapat perhatian adalah konsep “Chinese + Class Skill”, yakni model pembelajaran yang mengintegrasikan penguasaan bahasa Mandarin dengan keterampilan profesional dalam konteks industri nyata.
Melalui pendekatan ini, pembelajaran bahasa dipadukan dengan praktik di bidang desain gim, media digital, produksi konten, dan industri kreatif lainnya. Dengan demikian, siswa tidak hanya memperoleh kemampuan teknis, tetapi juga keterampilan komunikasi lintas budaya yang semakin dibutuhkan dalam dunia kerja global.
Kedua belah pihak juga membahas berbagai peluang kolaborasi, mulai dari pengembangan kurikulum bersama, sertifikasi keterampilan vokasi internasional, penguatan kemitraan sekolah dan industri, hingga pengembangan talenta di sektor ekonomi digital dan industri kreatif.
Baca juga: DPRD Surabaya Perintahkan Evaluasi Total MBG
Selain mengikuti diskusi dan simposium, delegasi Jawa Timur juga mengunjungi sejumlah institusi pendidikan vokasi, antara lain Shanghai Qunxing Vocational and Technical School, Shanghai Caoyang Vocational and Technical School, serta Shanghai Arts and Crafts Vocational College.
Anggota delegasi melihat secara langsung implementasi integrasi pendidikan dan industri di berbagai bidang, mulai dari animasi dan produksi gim, media digital, penerapan kecerdasan buatan, hingga pemanfaatan teknologi digital untuk pelestarian dan pengembangan budaya
Editor : Peni Widarti