Kisah Warga Kradinan Berbagi Biogas Lewat Jaringan Pipa

jatimkini.com
PLN NP UP Brantas memperluas jaringan perpipaan biogas di Desa Kradinan, Kecamatan Pagerwojo, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur. Foto: PLN NP UP Brantas

JATIMKINI.COM, Saat hari masih pagi, senyum tak lepas dari wajah Wari, warga RT 03/RW 02 Desa Kradinan, Kecamatan Pagerwojo, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur. Ia semringah lantaran di dapur sederhana miliknya, api biru menyala stabil di atas kompor. Bukan dari tabung elpiji, apalagi kayu bakar yang selama ini digunakan, melainkan dari biogas hasil pengolahan limbah kotoran sapi.

Perubahan di dapur Wari ternyata membawa dampak besar. Tak hanya untuk keluarganya, energi bersih itu kini juga mengalir ke rumah tetangga melalui jaringan pipa yang dibangun sebagai bagian dari program pengembangan biogas PT PLN Nusantara Power Unit Pembangkitan Brantas (PLN NP UP Brantas).

Baca juga: Dari Kotoran Sapi Menjadi Energi, Warga Kradinan Kini Tak Lagi Buang Limbah ke Sungai

Melalui program pipanisasi, manfaat biogas yang sebelumnya hanya dinikmati pemilik instalasi kini dapat dirasakan warga lain di sekitarnya. Dari rumah Wari, biogas dialirkan ke rumah Pak Juri. Sementara instalasi milik Pak Warto disambungkan ke rumah Pak Warno, dan instalasi Pak Slamet mengalir hingga ke rumah Pak Panjian.

Program tersebut menjadi bagian dari peringatan Hari Lahir Pancasila sekaligus wujud komitmen PLN NP UP Brantas dalam mendukung kemandirian energi dan pelestarian lingkungan di pedesaan.

Penyerahan simbolis program pipanisasi dilakukan pada Selasa (9/6/2026). Inovasi ini menjadi kelanjutan dari program biogas yang sebelumnya telah dikembangkan di Desa Kradinan.

Hingga saat ini, dukungan PLN NP UP Brantas telah menghasilkan empat titik instalasi biogas dan tiga jaringan pipa percabangan yang memperluas akses energi alternatif bagi masyarakat setempat.

Bagi Pak Warno, program tersebut menghadirkan manfaat yang sangat nyata. Meski tidak memiliki ternak sapi sebagai sumber bahan baku biogas, kini ia tetap dapat memanfaatkan energi terbarukan untuk kebutuhan memasak sehari-hari.

Baca juga: Peringati Hari Lahir Pancasila dan Hari Lingkungan Hidup Sedunia, PLN NP UP Brantas Tanam Pohon di Sumber Mata Air Karan

"Saya sangat senang dengan adanya program ini. Meskipun saya tidak memiliki sapi, saya tetap bisa merasakan manfaat biogas untuk kebutuhan memasak sehari-hari. Pengeluaran untuk membeli gas elpiji menjadi lebih hemat. Sebagai penerima manfaat, saya juga berkomitmen untuk ikut menjaga dan membantu perawatan instalasi biogas agar manfaatnya bisa terus dirasakan bersama," ujarnya.

Lebih dari sekadar menghadirkan energi alternatif, program pipanisasi biogas menjadi contoh nyata semangat gotong royong yang tumbuh di tengah masyarakat desa. Limbah ternak yang sebelumnya berpotensi mencemari lingkungan kini diolah menjadi sumber energi yang memberi manfaat bersama.

Selain membantu menekan biaya rumah tangga, pemanfaatan biogas juga mendorong pengelolaan limbah peternakan yang lebih baik dan ramah lingkungan.

Pelaksana Harian Senior Manager PLN NP UP Brantas, Maulana Yusuf Fathullah, mengatakan pengembangan pipanisasi biogas merupakan implementasi nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan masyarakat.

Baca juga: PLN NP UP Brantas Salurkan Hewan Kurban untuk Masyarakat di Sekitar PLTA

"Inovasi pipanisasi biogas ini bagian dari implementasi nilai Pancasila, khususnya dalam memperkuat kepedulian sosial, pemerataan manfaat pembangunan, serta pengelolaan sumber daya yang berkelanjutan. Melalui kolaborasi dan semangat kebersamaan, manfaat energi bersih tidak hanya dirasakan oleh pemilik ternak, tetapi juga oleh masyarakat di sekitarnya," katanya.

PLN NP UP Brantas berharap program biogas dan pipanisasi terus berkembang sehingga semakin banyak warga yang memperoleh akses energi ramah lingkungan. Dengan begitu, cita-cita mewujudkan desa mandiri energi, sejahtera, dan berkelanjutan dapat semakin dekat menjadi kenyataan.

Di Desa Kradinan, semangat Pancasila tak hanya diperingati melalui upacara atau seremonial. Nilai gotong royong itu kini hadir dalam bentuk yang sederhana namun bermakna: aliran biogas yang menghubungkan satu rumah dengan rumah lainnya, menghadirkan energi bersih sekaligus harapan bagi masa depan desa.

Editor : Bagus Suryo

Ekonomi
Berita Populer
Berita Terbaru