JATIMKINI.COM, PT Bank Central Asia Tbk (BCA) kembali akan menggelar pameran dengan tema BCA Expoversary 2026 di Ciputra World Surabaya pada 6-8 Februari 2026 yang menawarkan bunga KPR 2,49% fixed 1 tahun dan 3,9% fixed 3 tahun yang berlaku hingga 31 Maret 2026.
Senior Vice President Credit Consumer Loan BCA, Handy Weriko, mengatakan pada expo awal tahun ini BCA akan menggandeng 43 pengembang properti dengan 70 proyek yang tersebar di Surabaya, Gresik, Sidoarjo dan sekitarnya.
Baca juga: Lentera Group Garap Proyek Hunian di Driyorejo Gresik. Harga Mulai Rp300 Jutaan
"Pameran ini biasanya sudah ditunggu masyarakat. Karena selalu ada program menarik baik bunga KPR, dan juga promo dari developer yang cukup banyak dan beragam. Kami harapkan capaian KPR di expo tahun ini bisa tumbuh 2% - 5% di bandingkan expo tahu lalu, karena ekonomi kita juga masih menghadapi tantangan," katanya, Rabu (28/1/2026).
Namun begitu, kata Handy, tahun ini BCA masih sangat optimistis kondisi pasar properti akan lebih baik dari tahun lalu. Selain karena permintaan hunian yang masih tinggi, juga didorong adanya insentif pemerintah berupa Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPNDTP).
“Program PPN DTP sudah diumumkan sejak awal tahun ini. Jadi masanya panjang. Memang disatu sisi akan membuat konsumen menunda beli, namun disisi lain kebijakan ini tetap menarik untuk masyarakat membeli properti,” tambahnya.
Soal bunga, kata Handy, saat ini konsumen lebih suka bunga berjenjang terutama untuk KPR dengan nilai diatas Rp5 miliar, sebab mereka umumnya sudah memiliki dana.
Baca juga: Geber Penjualan Akhir Tahun, Pakuwon Tawarkan Properti Siap Huni Bunga Cuma 0,98%
Sedangkan untuk segmen menengah, terutama rumah dengan harga sekitar Rp2 miliar, lebih suka bunga yang fixed karena sudah bisa melihat jumlah cicilan yang harus dibayar sampai lunas.
Vice President Consumer Loan BCA Surabaya, Meliani Tjondro menambahkan, secara nasional, realisasi KPR BCA mampu mencapai Rp40 triliun, dan wilayah Surabaya dan sekitarnya mampu menyumbang sekitar 15%. Kebanyakan, harga rumah senilai Rp2 miliar ke bawah menyumbang kinerja KPR BCA sekitar 50%.
"Kondisi ini menunjukkan bahwa banyak masyarakat kelas middle yang butuh hunian, utamanya kalangan muda yang akan dan baru menikah," katanya.
Baca juga: Pasar Masih Bergairah, Sinarmas Land Getol Bikin Klaster Baru di Wisata Bukit Mas Surabaya
Meliani menambahkan, dalam pameran biasanya BCA mencatat ada 50% aplikasi KPR baru yang berasal dari kalangan muda. Untuk memperluas pasar KPR, BCA juga sudah mulai masuk ke segmen rumah subsidi dengan progam KPR Sejahtera yang menawarkan suku bunga flat 5% maksimal tenor 20 tahun dan plafon kredit maksimal Rp350 juta.
Editor : Peni Widarti