JATIMKINI.COM, Daya tarik Kampung Edukasi Sampah di Sidoarjo telah sampai Negeri Jiran. Implementasi smart environment sebagai bagian dari pembangunan smart city mengantar delegasi Tanjong Malim District Council (MDTM), Perak, Malaysia melakukan kunjungan, Selasa (28/1/2026).
Sedikitnya 45 peserta hadir yang terdiri atas pemerintah daerah, anggota dewan, wali kota, hingga kepala dinas lintas sektor. Kunjungan ini menjadi ajang pertukaran pengetahuan tentang pengelolaan sampah yang sederhana, aplikatif, dan berkelanjutan.
Baca juga: Hari Pahlawan, DLH Paser Kunjungi Kampung Edukasi Sampah Sekardangan
“Rombongan meninjau pembuatan sampah dengan metode komposter aerob dan takakura. Juga meninjau sumur resapan, bank sampah, instalasi pengolahan air limbah (IPAL), hingga pemanfaatan panel surya,” kata pegiat lingkungan KES, Edi Priyanto.
Pria kelahiran Klaten, Jawa Tengah ini tidak menduga program smart environment di KES tercium hingga Malaysia. Padahal selama ini yang melakukan kunjungan adalah pemerintah, sekolah, perguruan tinggi, hingga kelompok sosial lingkungan.
“Kami tidak pernah membayangkan gerakan tingkat RT menjadi ruang belajar lintas negara. Ini membuktikan kebiasaan kecil bisa menghasilkan perubahan besar,” tambahnya.
Baca juga: Green and Clean School: Belajar Menjaga Bumi dari Kampung Edukasi Sampah
Delegasi MDTM melakukan interaksi dengan warga terkait pengelolaan sampah. Antusiasme ini menunjukkan ketertarikan mereka terhadap model pengelolaan berbasis komunitas yang konsisten dan berkelanjutan.
Ketua Komite Perumahan dan Pemerintahan Daerah Negeri Perak, YB Sandrea Ng Shy Ching, menilai KES menjadi contoh perubahan lingkungan dari rumah tangga. “Yang paling kami kagumi adalah semangat komunitasnya. Perubahan besar bisa berangkat dari hal-hal kecil,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Wali Kota Tanjong Malim, Dr. Shazree Idzham. Ia melihat kuatnya kolaborasi antara warga dan aparatur setempat sehingga program berjalan konsisten sejak awal dan menjadi budaya bersama.
Baca juga: PKS Jatim Terus Siagakan Relawan di Sekitar Ponpes Al Khoziny
“Kami melihat ini bukan program sementara, tetapi budaya yang hidup di tengah masyarakat. Itu yang membuatnya bertahan,” ungkap Idzham.
Bagi delegasi MDTM, Kampung Edukasi Sampah yang beralamat di RT 23 RW 07, Kelurahan Sekardangan, Kecamatan/Kabupaten Sidoarjo ini bisa menjadi contoh penerapan konsep smart city yang bertumpu pada edukasi, partisipasi warga, dan kolaborasi sosial.
Editor : Rochman Arief