Relawan WANALA dan APS Pulihkan Daerah Terdampak Bencana 

Reporter : Hamida Soetadji
Mahasiswa UNAIR tergabung UKM WANALA dan APS membantu pemulihan pasca bencana banjir di Aceh. Foto : Unair

JATIMKINI.COM, Pemulihan pasca banjir Aceh masih membutuhan relawan, tiga mahasiswa Universitas Airlangga (UNAIR) turut ambil peran dalam pemulihan daerah terdampak bencana di Aceh Utara. 

Tiga Mahasiswa ini tergabung dalam UKM WANALA dan Airlangga Photography Society (APS) itu bertolak ke lokasi terdampak banjir bandang dan tanah longsor. Ketiganya Julio Gitra Setiawan dan Dhea Arda Noor Syamsu dari UKM WANALA, dan Daffa Brani Achmad Maulana dari UKM APS.

Baca juga: Jurnalis Pinggir Kali Surabaya Kolaborasi USC Gelar Open Donasi Sumatera Lewat Seni Musik

Ketua Lembaga Pengabdian Masyarakat Berkelanjutan (LPMB), Prof Hery Purnobasuki MSi PhD secara simbolis melepas keberangkatan ketiga mahasiswa tersebut. Ia menuturkan bahwa keterlibatan mahasiswa UNAIR ini menjadi bukti kepedulian dan komitmen dalam membantu masyarakat terdampak.

“Artinya dengan niat yang tulus membantu masyarakat di sana, sekecil apa pun yang kita berikan menunjukkan bahwa civitas kita memiliki kepedulian dan komitmen membantu. Sekecil apa pun itu, bantuan fisik, material, bahkan doa sekalipun,”tuturnya. 

Prof Hery mengingatkan bahwa mahasiswa UNAIR harus bisa beradaptasi dengan kondisi di lokasi terdampak. Mengingat, kondisi di sana hingga saat ini masih belum pulih. 

“Kita sebagai tamu, harus bisa memosisikan diri sebagaimana mestinya, harus ikut beradaptasi. Di sana yang kita hadapi tidak hanya alam tetapi juga manusia. Kita datang dengan kebaikan, pulang juga dengan kebaikan,” imbuhnya.

Baca juga: JNE Gratiskan Ongkir Bantuan ke Aceh, Sumbar, Sumut, dan Sekitarnya

Sementara itu, Pembina UKM WANALA Nur Aini Hidayati SE MSi PhD menuturkan bahwa ini bukanlah kali pertama UKM WANALA menerjunkan anggotanya sebagai relawan bencana. Oleh karena itu, sejak awal terjadinya bencana banjir bandang dan tanah longsor di Pulau Sumatra ini, mereka berinisiatif untuk ambil peran dan terjun langsung.

“WANALA itu sebenarnya sudah biasa, ya. Setiap ada bencana, kami selalu berangkat. Misalnya saat gempa di Lombok, Palu, dan lain sebagainya, itu kami berangkat semua,”kata Guru Besar FST.

Dosen FEB itu menambahkan bahwa nantinya ketiga mahasiswa tersebut akan terjun langsung di Aceh Utara, tepatnya di Lhokseumawe. Di sana, mereka nantinya akan tergabung dengan para relawan lainnya untuk membantu pemulihan daerah pascabencana.

Baca juga: Pasca Erupsi Genung Semeru, Dinas Pusda Jatim Pulihkan Akses Material Vulkanik

 

 

 

Editor : Peni Widarti

Ekonomi
Berita Populer
Berita Terbaru