Selama Puncak Haji Berlangsung Pemerintah Siapkan Pos Kesehatan di Arafah Dan Mina

jatimkini.com
Suasana jemaah haji Indonesia 2024 saat melakukan mabit di bukit Muzdalifah ( Foto : Ali Topan for Jatimkini.com )

JATIMKINI.COM, Guna memfasilitasi kesehatan Jemaah haji Indonesia saat pelaksanaan puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna). Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi resmi mendirikan pos kesehatan di Arafah dan Mina.

Kepala Pusat Kesehatan Haji Kementerian Kesehatan RI, Liliek Marhaendro menjelaskan, pendirian pos kesehatan bagi Jemaah haji Indonesia dan bersifat darurat dan melayani kesehatan jemaah selama puncak haji, yaitu wukuf di Arafah dan Mabit di Mina.

Baca juga: Kloter Pertama Haji Mendarat di Juanda, Sambut Kepulangan Tamu Allah

"Pos kesehatan ini akan kami adakan di Arafah dan Mina seperti tahun-tahun sebelumnya. Pos kesehatan ini sifatnya darurat. Hanya bisa memberikan pertolongan pertama maksimal 6 jam," terang  Liliek dalam kutipannya di laman resmi Kementeraian Agama ( Kemenag ) RI

Liliek juga menjelaskan, apabila Jemaah haji dalam kondisi masih sakit pihaknya maka akan dirujuk di RS Arab Saudi.

"Misalnya pasien yang terkena heatstroke, akan kami berikan pertolongan pertama maksimal enam jam. Apabila sudah pulih kami kembalikan ke tenda. Tapi untuk jemaah yang sakitnya berat dan butuh dirawat lebih dari 6 jam, maka akan kita rujuk ke RS. Prinsipnya, di pos kesehatan ini tidak ada rawat inap," jelas dia

Liliek berharap semua jemaah haji Indonesia dalam kondisi sehat wal afiat. Karena wukuf adalah puncak haji yang ditunggu-tunggu.

Untuk kelancaran ibadah Armuzna ini, Liliek mengimbau kepada jemaah Indonesia untuk membawa obat-obatan pribadi dan suplemen. Terutama bagi mereka yang menderita penyakit bawaan.

 "Konsumsi dan akomodasi sudah disiapkan oleh syarikah. Jemaah nanti membawa bekal obat-obatan pribadi dan suplemen makanan yang diberikan oleh dokter," pesannya.

Sementara untuk menjaga kesehatan menjelang Armuzna, jemaah diimbau untuk beristirahat di hotel. "Jemaah jangan ke luar hotel, apalagi pada siang hari karena suhunya sangat panas," katanya.

Disisi lain Liliek juga mengatakan, hingga kini pihaknya masih memproses data jumlah Jemaah Indonesia safari wukuf.

Baca juga: Kemeneg Minta Maaf Atas Ketidak Nyaman Haji 2025. Namun Ada Terobosan Baru. Apa Itu

"Biasanya yang ikut safari wukuf adalah mereka yang ikut perawatan KKHI. Namun karena KKHI belum beroperasi, maka yang kita identifikasi adalah mereka yang sakit di RS Arab Saudi," kata Liliek.

Mereka yang akan disafari wukufkan, adalah mereka yang boleh pulang menjelang Armuzna, namun belum boleh dirawat di hotel.

Untuk keperluan safari wukuf in kata Lilieki, pihakny menyediakan 4 bus. Dua bus untuk jemaah posisi berbaring, dan 2 bus untuk jemaah posisi duduk.

“Selain bus, KKHI juga menyediakan ambulance untuk mengantisipasi jemaah yang harus segera dirujuk ke RS,” tutup Liliek

 

Baca juga: Program Murur dan Safari Wukuf Lansia Khusus Gratis. Jika Ada Minta Pungutan. Laporkan !

 

 

 

 

Editor : Ali Topan

Ekonomi
Berita Populer
Berita Terbaru