Mudik Lebaran diyakini menjadi pemulih ekonomi termasuk menumbuhkan perekonomian daerah kala pandemi covid-19. Hal itu diungkapkan Guru besar ekonomi Universitas Brawijaya (UB), Kota Malang, Jawa Timur, Candra Fajri Ananda.
"Konsumsi di daerah akan meningkat dari dana transfer tunjangan hari raya dan gaji ke-13," tegas Candra Fajri Ananda, Selasa (19/4).
Baca juga: Pasokan BBM & LPG di Jatim Selama Satgas Ramadan & Idulfitri Terjaga dengan Aman
Dengan besarnya transfer THR dan gaji ke-13 sekitar Rp20 triliun lebih, lanjutnya, mendongkrak konsumsi mencapai 58%-60% yang imbasnya menumbuhkan perekonomian.
"Harapannya, transfer uang itu dibelanjakan untuk konsumsi, jangan ditabung," kata Candra yang juga menjabat Staf Khusus Menteri Keuangan Bidang Perumusan Kebijakan Fiskal Regional tersebut.
Baca juga: Posko Mudik BUMN SGN di Stasiun Gubeng Diminati Pengunjung
Menurut dia, mudik Lebaran bisa menjadi pemicu pertumbuhan apalagi masyarakat sudah tidak mudik selama dua tahun terakhir ini karena pandemi covid-19.
Bagi masyarakat Indonesia, kata Candra, mudik Lebaran sangat penting. Mereka menabung uang untuk mudik, pulang ke kampung bertemu saudara.
Baca juga: Libur Lebaran, KAI Daop 8 Surabaya Angkut 788.260 Penumpang
"Lebaran tahun ini, asumsinya, orang mudik disangoni THR. Tapi uangnya jangan ditabung, melainkan dibelanjakan untuk konsumsi," tuturnya
Kendati demikian, patut diwaspadai inflasi pasti terjadi lantaran meningkatnya konsumsi. Namun, ia menilai laju inflasi akan terjaga dikisaran 2,5%-3%.
Editor : Redaksi