JATIMKINI.COM,Beam Mobility secara resmi meluncurkan layanan transportasi berbagi (ride sharing) sepeda listrik di Universitas Brawijaya (UB), Malang, Jawa Timur. Perusahaan mobilitas mikro terbesar di Asia Pasifik itu memulai kerja sama mendorong green campus melalui nota kesepahaman kedua belah pihak.
"Kerja sama sepeda listrik akan memberikan kenyamanan pada mahasiswa dalam melakukan mobilitas di UB tanpa menyumbang polusi," tegas Direktur Badan Pengelola Usaha Universitas Brawijaya Nurkholis, Kamis (5/10).
Layanan Beam Mobility mulai beroperasi sebagai sarana transportasi ramah lingkungan untuk perjalanan singkat di UB pada Rabu (4/10).
Ia menjelaskan UB menerapkan green concept melalui penyediaan berbagai fasilitas penunjang yang ramah lingkungan. Salah satunya melalui transportasi ramah lingkungan dengan armada Beam di lingkungan kampus.
Kedepannya, jika inovasi ini berhasil dan memiliki dampak baik pada kampus, one day kendaraan bermotor di kampus akan semakin berkurang.
Sementara itu, Country Manager Beam Mobility Indonesia Devraj Sathivelu menyatakan Beam Mobility bukan sekadar sebuah layanan ride sharing sepeda listrik untuk mendukung mikro mobilitas masyarakat. Namun, sebuah inisiasi yang menstimulasi partisipasi masyarakat untuk beralih ke gaya hidup baru, yaitu gaya hidup yang lebih sustainable. Kehadiran Beam di UB diharapkan memotivasi seluruh civitas academica dapat memulai gaya hidup baru yang lebih sustainable.
"Hal ini tentu saja juga sejalan dengan salah satu tujuan utama dari Universitas Brawijaya untuk menciptakan lingkungan civitas academica ini menjadi sebuah green campus di Indonesia," ujarnya.
Kolaborasi ini, lanjutnya, langkah konkret menjawab problematika pencemaran udara yang belakangan ini menjadi sorotan dunia internasional.
Di Universitas Brawijaya, Beam menyediakan satu jenis armada, yaitu Beam Rover. Seluruh armada Beam Mobility memiliki batas kecepatan maksimal 25km/jam. Armada dilengkapi dengan fitur teknologi IoT. Manfaatnya memonitor kondisi kendaraan secara real-time melalui aktivasi geofencing. Fitur canggih secara otomatis dapat mendeteksi jika terdapat permasalahan, seperti ketika diperlukan penggantian baterai. Setiap armada juga dilengkapi dengan baterai cadangan.
Saat ini, lebih dari 100 unit armada Beam Rover diluncurkan pada layanan perdana dengan tujuh titik parkir tersebar di seluruh lingkungan kampus Universitas Brawijaya. Guna memastikan keamanan pengguna, setiap unit armada Beam juga dilengkapi dengan petunjuk penggunaan dan keselamatan dalam berkendara. Termasuk tim yang terlatih secara khusus atau BEAM Rapid Response Ranger di kampus setempat. Tim ini secara khusus akan membantu pengguna untuk mengoperasikan armada.
"Di Indonesia kami telah menyiapkan unit sepeda listrik tercanggih yang berbasis aplikasi dan terintegrasi dengan sistem IoT melalui penerapan geofence yang dapat mengatur zona layanan serta kecepatan sepeda yang dibatasi secara remote guna kenyamanan dan keselamatan penggunanya," ucapnya.
Selain itu harga layanan pun terjangkau. "Kami adalah satu-satunya operator di Indonesia yang memberikan asuransi kepada setiap pengendaranya," imbuhnya.
Saat ini Beam Mobility sudah beroperasi di delapan negara seperti Australia, Selandia Baru, Korea Selatan, Jepang, Malaysia, Thailand, Turki dan Indonesia. Di Indonesia, Beam Mobility telah hadir di Kota Bali, dan Bogor, beberapa kawasan perumahan serta beberapa kawasan Pendidikan seperti di Universitas Brawijaya.
Pada tahun 2019 Beam telah mendapatkan sertifikasi Climate Neutral sebagai perusahaan yang memberikan komitmennya untuk menghilangkan emisi karbon. Beam juga menerapkan Reduction Action Plan untuk mengurangi emisi dalam kegiatan operasinya sembari melanjutkan penggunaan armada listrik dari sumber terbarukan yang bersertifikat, serta mengkonversinya menjadi sumber energi bersertifikat untuk semua kegiatan operasionalnya.
Editor : Redaksi