JATIMKINI.COM, Pengembang properti Pakuwon Group kembali mengembangkan proyek ruko Beverly di kawasan Pakuwon City Surabaya Timur untuk tahap ketiga dengan jumlah hanya 20 unit.
Direktur Pakuwon Group, Minarto Basuki mengatakan tren permintaan pasar rumah toko (ruko) saat ini masih cukup tinggi, terutama yang dikembangan di dalam kawasan perumahan lantaran di anggap memiliki potensi bisnis yang cukup menjanjikan.
"Pasar komersial saat ini, khususnya untuk ruko di Pakuwon City banyak permintaannya. Rata-rata pembelinya adalah customer loyal kami. Ada yang mereka beli untuk bikin usaha baru, ada yang beli untuk anaknya yang mau buka usaha, ada juga mereka yang sebelumnya sudah punya usaha lalu ingin ekspansi memilih di Pakuwon City, bahkan ada yang beli untuk disewakan kembali," ungkapnya di sela-sela Ground Breaking Beverly Terrace, Jumat (23/10/2026).
General Manager Marketing Pakuwon Group, Liliani Harsono memaparkan, pada tahap I proyek komersial ruko Beverly ada sebanyak 50 unit dan tahap 2 ada sebanyak 41 unit. Seluruhnya telah habis terjual, bahkan sudah dihuni untuk berbagai macam usaha seperti coffee shop, restoran, yoga pilates, desainer dan lain sebagainya.
"Beverly ini sangat diminatu karena berada di tengah-tengah kawasan hunian yang jumlah penghuninya saat ini ada 8.800 KK yang terdiri dari landed house dan apartemen Educity, itupun belum kita hitung apartemen yang lain," ujarnya
Ia menyebutkan, Beverly tahap 3 ini berbeda konsep dengan sebelumnya. Proyek ruko yang ditawarkan dengan harga mulai Rp4,9 miliar ini memiliki luas 4,5x18 m.
"Kali ini diluncurkan cuma sedikit 20 unit saja. Dan saat prelaunch itu sudah ada 3 pembeli. Meski begitu, kita juga sedang menyiapkan proyek Beverly tahap 4," ujarnya.
Untuk pembayaran, lanjut Liliani, Pakuwon masih menggandeng Bank BCA. Bahkan DP bisa dicicil sampai 12 bulan, dan DP 10%.
VP of Consumer Loan BCA, Meliani Tjondro menjelaskan dalam pembiayaan proyek Beverly ini BCA menyiapkan bunga yang menarik di bawah 2%.
"Suku bunga itu kan program. Kalau sekarang bunga kita 2,75%, khusus dengan Pakuwon kami mengusahakan agar bunganya di bawah 2%," ujarnya.
Menurutnya, segmen pasar properti komersial saat ini cukup menarik dan menunjukkan optimisme. Meski begitu, seluruh segmen seperti rumah, ruko, tanah kavling bahkan KPR untuk rumah sederhana juga masih cukup bergerak di tengah tantangan ekonomi seperti sekarang.
"Semua segmen cukup bergerak. Kami di perbankan juga harus mensupport industri properti agar dapat menggerakan pasar. Kita memang tidak bisa melepaskan kekhawatiran dari makro ekonomi, tapi apa yang bisa dilakukan perbankan, kami mencoba menjawabnya dari ruang lingkup program suku bunga," imbuhnya.
Editor : Peni Widarti