JATIMKINI.COM, Tren investasi baru sedang naik daun. Saham dan ETF Amerika Serikat (AS) versi tertokenisasi jadi primadona, dan platform investasi crypto PINTU mencatat lonjakan pembeli hingga hampir 70%.
PT Pintu Kemana Saja (PINTU), platform yang berizin dan diawasi OJK, merilis data kuartal III-2026 yang menunjukkan pertumbuhan eksplosif. Jumlah pengguna yang membeli tokenized stocks dan ETF naik 68% dibanding kuartal II-2026 (QoQ). Sejalan dengan itu, trader aktif naik 64%, jumlah transaksi naik 55%, dan volume trading naik 51%.
Presiden Direktur PINTU, Andy Putra, menyebut investor Indonesia makin melek saham teknologi global.
"Kuartal III-2026 menunjukkan positifnya perdagangan aset tertokenisasi. Empat aset mengalami peningkatan pembeli signifikan, di antaranya Nvidia (NVDAX) naik 224%, Apple (AAPLX) naik 212%, Alphabet (GOOGLX) tumbuh 131%, dan Robinhood (HOODX) meningkat 118%," ungkap Andy, Kamis (22/10/2026).
Bahkan dari sisi volume trading, saham tertokenisasi Meta (METAX) mencatatkan kenaikan lebih dari 230%. Yang menarik, investor tidak hanya fomo saham teknologi. Data PINTU menunjukkan jumlah pembeli SPDR Gold ETF naik lebih dari 170% pada kuartal yang sama. Ini menandakan pengguna mulai memanfaatkan aset tertokenisasi untuk diversifikasi portofolio.
"Kami akan terus memperluas pilihan aset agar pengguna dapat membangun portofolio yang lebih beragam langsung dari satu aplikasi," tambah Andy.
Per Oktober 2026, PINTU telah menyediakan lebih dari 100 aset tertokenisasi yang mencakup saham AS, ETF, dan komoditas, yang bisa dibeli mulai Rp11.000 secara fraksional pakai Rupiah, tanpa perlu buka rekening efek luar negeri. Bahkan pajaknya sangat kompetitif, hanya 0,21% pajak final.
10 Aset Baru: Ada ETF Jepang, Korea, India
Untuk menjawab animo tersebut, PINTU menambah 10 aset tertokenisasi baru dari penerbit Ondo sejak 17 September 2026. Terdiri dari sembilan ETF dan saham Micron (MUon). Penambahan ini membuka eksposur ke pasar Asia, termasuk ETF pasar Jepang, Korea Selatan, dan India, serta US Treasury bills jangka pendek 0-3 bulan. Transaksi bisa mulai dari Rp65.000.
Secara global, tren tokenisasi aset dunia nyata (Real World Assets/RWA) terus melesat. Data RWA.xyz mencatat total kapitalisasi pasar aset tertokenisasi menembus $39,26 miliar atau sekitar Rp708,64 triliun per 20 Oktober 2026.
"Aset tertokenisasi bukan sekadar alternatif, melainkan peluang baru memperluas akses investasi. Namun setiap aset punya risiko berbeda, investor perlu riset menyeluruh dan memahami profil risiko," tutup Andy.
Editor : Peni Widarti