JATIMKINI.COM – Bank UMKM Jawa Timur kembali menorehkan prestasi dengan meraih penghargaan kategori Penggerak Kemandirian Ekonomi Daerah dalam ajang Beritajatim Award 2026 yang digelar di Grand City Surabaya, Selasa (21/4/2026). Penghargaan ini menegaskan peran strategis bank daerah dalam memperkuat ekonomi rakyat, khususnya sektor UMKM di Jawa Timur.
Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Khofifah Indar Parawansa kepada Direktur Utama PT BPR Jatim (Perseroda), Irwan Eka Wijaya Arsyad.
Irwan menyampaikan apresiasi atas penghargaan tersebut yang dinilai menjadi pemacu semangat perusahaan untuk terus memperluas kontribusi terhadap perekonomian daerah.
“Terima kasih kepada beritajatim.com atas penghargaan yang diberikan. Ini akan menjadi pelecut semangat kami dalam memajukan perekonomian di Jawa Timur,” ujar Irwan.
Sepanjang tahun 2025, kinerja Bank UMKM Jatim menunjukkan tren positif. Perseroan mencatat pendapatan operasional bersih sebesar Rp43,34 miliar atau tumbuh 21,5 persen dibandingkan tahun sebelumnya, didorong oleh efisiensi operasional.
Dari sisi profitabilitas, laba perusahaan mencapai Rp36,83 miliar, meningkat 31,3 persen dibandingkan periode sebelumnya sebesar Rp28,05 miliar. Capaian ini mencerminkan efektivitas strategi ekspansi usaha yang dijalankan secara disiplin.
“Pertumbuhan laba ini menunjukkan strategi ekspansi berjalan efektif, diimbangi dengan pengelolaan pendapatan dan biaya yang optimal,” kata Irwan.
Pada sektor intermediasi, baki debet kredit yang disalurkan Bank UMKM Jatim tumbuh 15,1 persen menjadi Rp3,32 triliun. Dari jumlah tersebut, sebesar Rp2,81 triliun dialokasikan untuk kredit modal kerja guna memperkuat aktivitas pelaku UMKM di berbagai daerah.
Sebanyak 93,65 persen kredit disalurkan ke sektor produktif, yakni pembiayaan yang digunakan untuk kegiatan usaha, investasi, dan pengembangan bisnis, bukan konsumsi pribadi.
Secara sektoral, penyaluran kredit didominasi sektor perdagangan sebesar Rp1,166 triliun, diikuti pertanian Rp691,8 miliar, jasa Rp441,5 miliar, serta peternakan Rp285,5 miliar. Sisanya tersebar di sektor industri, konstruksi, konsumsi, dan sektor lainnya.
Menurut Irwan, fokus pembiayaan pada sektor riil ini menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan, mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Dari sisi kualitas aset, perseroan juga berhasil menekan rasio kredit bermasalah atau Non Performing Loan (NPL) dari 9,94 persen menjadi 7,54 persen. Penurunan ini menunjukkan penguatan manajemen risiko kredit yang semakin baik.
Memasuki tahun 2026, Bank UMKM Jatim menargetkan penguatan layanan berbasis teknologi melalui pengembangan digitalisasi perbankan, termasuk mobile banking dan implementasi QR Code. Langkah ini diharapkan dapat memperluas akses layanan keuangan sekaligus meningkatkan inklusi keuangan di Jawa Timur.
Editor : Ali Topan