JATIMKINI.COM, Operasi Ketupat Semeru 2026 yang dilaksanakan jajaran Polda Jatim, Polres Mojokerto memasuki hari Kelima pada Selasa (17/3/25).
Polres Mojokerto Polda Jatim telah mendirikan 1 Pos Pelayanan (Posyan) dan 2 Pos Pengamanan (Pospam), diantaranya Posyan Sendi, Kecamatan Pacet, Pospam Kenanten, Kecamatan Puri, dan Pospam Cembor, Kecamatan Trawas.
Kapolres Mojokerto AKBP Andi Yudha Pranata mengatakan Pos yang didirikan tersebut sebagai bentuk percepatan pelayanan kepada masyarakat yang sedang libur lebaran.
"Selama tiga hari pertama Operasi Ketupat Semeru, Polres Mojokerto melakukan evaluasi dan pemantauan terhadap Lima isu utama yaitu potensi banjir, arus lalu lintas, pengamanan tempat ibadah dan malam takbir, serta aktivitas silaturahmi dan wisata masyarakat,"tuturnya.
Prioritas dalam melakukan pelayanan pengamanan tahun 2026, adanya potensi bencana di kawasan Pacet dan Trawas.
"Salah satu perhatian utama dalam pelayanan pengamanan tahun ini adalah potensi bencana di kawasan Pacet dan Trawas yang dikenal sebagai daerah rawan longsor dan banjir," ujar AKBP Andi, Selasa (17/3/26).
Untuk itu lanjut AKBP Andi, Polres Mojokerto Polda Jatim melakukan langkah antisipasi yang lebih intensif terkait lokasi wisata yang berada di daerah pegunungan yang potensi longsor tersebut.
"Kami bersinergi dengan lintas sektor juga melakukan pemantauan serta pengecekan kondisi kendaraan yang melintas, khususnya terkait sistem pengereman dan kondisi ban,” terang AKBP Andi.
Polres Mojokerto juga memaksimalkan Patroli ini sebagai langkah pencegahan mengingat informasi dari BMKG bahwa fenomena El Nino diperkirakan masih berlangsung hingga pertengahan April 2026.
Kapolres Mojokerto juga menjelaskan, bahwa hingga saat ini kondisi wilayah Kabupaten Mojokerto relatif aman dan belum ditemukan potensi bencana yang signifikan.
Terkait arus lalu lintas, Kapolres Mojokerto menyebut pergerakan kendaraan yang melintas di Mojokerto masih didominasi aktivitas lokal.
“Untuk saat ini pergerakan kendaraan yang melintas di Mojokerto masih didominasi aktivitas lokal. Kawasan wisata juga belum menjadi tujuan utama masyarakat pada tiga hari pertama operasi ini,” kata AKBP Andi.
Sementara itu dalam pengamanan Polres Mojokerto sekitar 150 personel yang terlibat langsung dalam Operasi Ketupat Semeru 2026. Jumlah tersebut juga diperkuat dengan personel dari Polsek-Polsek di jalur utama serta kawasan wisata.
“Jika digabung dengan personel dari polsek jalur dan polsek wisata serta dukungan dari instansi lain, total kekuatan pengamanan bisa mencapai hampir 400 personel,” ungkap AKBP Andi.
Dengan jumlah personel yang optimal ini diharapkan Posyan dan Pospam Polres Mojokerto ini tidak hanya menjadi tempat monitoring, tetapi juga menjadi pusat kendali operasi di lapangan sehingga kegiatan pengamanan dapat berjalan lebih efektif.
Editor : Ali Topan