JATIMKINI.COM, Kerja sama strategis dalam industri emas nasional kembali terjalin. Merdeka Copper Gold melalui anak usahanya, PT Puncak Emas Tani Sejahtera, menandatangani perjanjian penjualan emas dengan Aneka Tambang atau Antam.
Kolaborasi ini menjadi langkah penting untuk memperkuat penyerapan produksi emas dalam negeri sekaligus memperkuat rantai pasok industri tambang nasional.
Perjanjian bertajuk Gold Sales & Purchase Agreement (GSPA), berlaku selama dua tahun. Dalam skema kerja sama ini, Merdeka Copper Gold melalui anak perusahaannya bertindak sebagai penjual, sedangkan Antam menjadi pembeli emas granula hasil pemurnian domestik.
Presiden Direktur Merdeka Copper Gold, Albert Saputro, menjelaskan bahwa kerja sama tersebut dirancang untuk memastikan produksi emas dari Grup Merdeka dapat terserap secara optimal di dalam negeri.
“Dengan basis produksi yang semakin kuat dari Tambang Emas Tujuh Bukit dan Tambang Emas Pani, kami membutuhkan struktur offtake yang stabil dan terukur. GSPA ini memberikan kepastian penyerapan produksi sekaligus memperkuat kontribusi kami terhadap industri emas domestik,” ujarnya.
Dalam kesepakatan tersebut, total volume transaksi mencapai 3 metrik ton atau hampir 100 ribu ounce emas per tahun. Perjanjian ini juga memiliki opsi penambahan volume hingga 3 metrik ton lagi setiap tahunnya.
Di sisi lain, Direktur Komersial Antam, Handi Sutanto, menilai kerja sama ini menjadi bukti penguatan kedaulatan emas nasional. Menurutnya, emas hasil tambang Indonesia dapat diolah menjadi emas murni yang siap dimiliki masyarakat.
Produksi emas yang masuk dalam perjanjian kerja sama tersebut berasal dari dua operasi tambang utama milik Grup Merdeka. Pertama adalah Tambang Emas Tujuh Bukit di Banyuwangi, Jawa Timur. Kedua Tambang Emas Pani di Kabupaten Pohuwato, Gorontalo yang berada di bawah pengelolaan PT Puncak Emas Tani Sejahtera.
Tambang Emas Pani merupakan operasi tambang terbaru dari Grup Merdeka. Kegiatan penambangan perdana dimulai pada Oktober 2025. Melalui proses heap leach, tambang tersebut mencatatkan penuangan emas perdana (first gold pour) pada 14 Februari 2026.
Beberapa waktu kemudian, tepatnya 27 Februari 2026, batangan dore emas seberat 44,04 kilogram dikirim ke Antam untuk proses pemurnian pertama. Penjualan emas murni perdana dari Merdeka Copper Gold kepada Antam melalui skema GSPA ditargetkan dapat terealisasi sebelum akhir Maret 2026.
Seiring meningkatnya kapasitas produksi dari Tambang Emas Tujuh Bukit dan Tambang Emas Pani, Merdeka Copper Gold optimistis mampu terus memperkuat kontribusi terhadap industri emas nasional.
Perusahaan juga menegaskan komitmennya dalam menjalankan praktik pertambangan yang bertanggung jawab. Hal ini tercermin dari peningkatan peringkat Environmental, Social, and Governance (ESG) dalam beberapa tahun terakhir.
Dengan dukungan basis produksi yang semakin kuat serta kemitraan strategis dengan Antam, Merdeka Copper Gold menilai kerja sama ini akan menjadi fondasi penting bagi pertumbuhan industri emas nasional di masa mendatang.
Editor : Rochman Arief