JATIMKINI.COM, Ketua DPW PKB Jawa Timur, Abdul Halim Iskandar merasa bersyukur ada tiga tokoh Jatim yang mendapat gelar pahlawan nasional pada peringatan Hari Pahlawan 10 November 2025.
Ketiga tokoh tersebut meliputi K.H Syaikhona Kholil, KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, dan aktivis buruh Marsinah.
“PKB sangat bersyukur kepada Allah SWT atas karunia gelar pahlawan yang diberikan kepada Syaikhona Kholil. Kita semua tahu, beliau adalah guru dari seluruh kiai di Indonesia, termasuk gurunya Hadratussyaikh Hasyim Asy’ari dan para kiai besar lainnya,” ujar Halim, Selasa (11/11/2025) malam.
Ulama asal Bangkalan, Madura itu memiliki jasa yang cukup besar. Banyak murid Syaikhona Kholil yang kemudian berjuang pada bangsa dan negara. Syaikhona Kholil juga memiliki peran yang cukup besar dalam dunia pendidikan, khususnya pesantren.
Sementara itu, dua tokoh lainnya, yakni Gus Dur dan Marsinah sama-sama memiliki nilai perjuangan kemanusiaan yang besar. Marsinah merupakan tokoh buruh yang gugur saat memperjuangkan hak-haknya sebagai pekerja. Perempuan asal Nganjuk itu telah menjadi simbol perjuangan kaum buruh.
“Saya yakin anak-anak muda sekarang banyak yang tidak mengenal Marsinah. Padahal beliau adalah tokoh buruh yang gugur karena memperjuangkan hak-hak pekerja pada tahun 1993,” kata dia.
Perjuangan Marsinah masih terus relevan sampai sekarang. “Salah satu pesan yang disampaikan keluarganya adalah hapus sistem outsourcing. Itu bentuk perjuangan agar buruh mendapat kepastian dan kejelasan nasib,” lanjutnya.
Sedangkan Gus Dur merupakan sosok ulama yang selalu mengedepankan kemanusiaan. Tidak hanya Gus Dur, banyak pesan dari Syaikhona Kholil yang juga mengarah pada hal tersebut.
“Para kiai kita selalu mengedepankan urusan kemanusiaan. Mereka tidak melihat orang dari sisi agama, warna kulit, atau pekerjaan. Semua manusia harus dimanusiakan,” tegasnya.
Ajaran kemanusiaan yang ditanamkan Syaikhona Kholil kepada para santri menjadi dasar perjuangan Gus Dur, dan kini diteruskan PKB dalam praktik politik kebangsaannya. Ada banyak cita-cita Presiden ke-4 RI itu yang belum selesai, seperti hak untuk hidup, mendapatkan pekerjaan, dan memelihara harta. “Itulah ruh perjuangan PKB yang terus kami jalankan,” Halim menegaskan.
PKB Jawa Timur ikut bahagia adanya tiga nama asal Jatim yang mendapat gelar pahlawan. Halim mengaku tak masalah jika ada pihak yang mengeklaim sebagai pengusul. Dia menegaskan fokus pada esensi penghargaan, bukan pada klaim politik.
“Itu urusan mereka. Yang penting hari ini beliau semua adalah pahlawan nasional yang harus disyukuri. Apalagi Syaikhona Kholil adalah kiainya para kiai di Indonesia,” tandasnya.
Editor : Rochman Arief