JATIMKINI.COM, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya dan Central Mega Kencana (CMK) menjalin kolaborasi strategis dalam mencetak talenta muda di bidang desain perhiasan.
Sinergi dunia pendidikan dan industri ini diwujudkan melalui kegiatan guest lecture pada 28 Oktober lalu, bagi mahasiswa jurusan Desain Produk. Langkah ini merupakan tindak lanjut dari penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara ITS dan CMK beberapa waktu lalu.
Kerja sama ini menjadi bagian dari komitmen CMK dalam mengembangkan generasi baru desainer perhiasan Indonesia. Sekaligus memperkenalkan dunia industri jewellery kepada mahasiswa.
Program ini juga bagian dari inisiatif GEN J (Jewel Generation) yang diusung CMK untuk mendorong lahirnya desainer muda kreatif dan inovatif.
Dalam kegiatan guest lecture tersebut, CMK menghadirkan dua narasumber utama, yakni Tanya Alissia, Merchandise Director CMK dan Noventy Agnia, Jewellery Designer CMK.
Keduanya membagikan pengalaman dan pengetahuan seputar tren desain perhiasan masa kini, arah perkembangan industri luxury, serta kompetensi dan pola pikir untuk menjadi desainer perhiasan profesional.
“Sebagai lulusan ITS, saya sangat bangga bisa kembali dan mewakili CMK. Kami ingin menunjukkan bahwa desain perhiasan bukan soal estetika, tetapi juga perpaduan antara inovasi, seni, teknik, dan nilai emosional,” ujar Noventy Agnia.
Sementara itu, Tanya Alissia menekankan pentingnya peran generasi muda dalam masa depan industri perhiasan. “CMK percaya bahwa masa depan industri perhiasan bergantung pada kreativitas dan keberanian anak muda untuk berinovasi,” jelasnya menambahkan.
Adanya kolaborasi ini, CMK dan ITS mampu membuka ruang bagi talenta baru untuk mengisi dunia jewellery design.
Usai guest lecture, CMK dan ITS berencana melanjutkan sinergi ini lewat sejumlah program. Misalnya, magang industri, workshop desain, kompetisi mahasiswa, dan pengembangan kurikulum yang relevan dengan kebutuhan industri.
CMK berharap, kerja sama ini menjadi langkah nyata untuk melahirkan desainer muda berbakat yang mampu membawa industri perhiasan Indonesia bersaing di kancah global.
Editor : Rochman Arief