JATIMKIN.COM, Hari Pelanggan Nasional kerap menjadi ruang bagi perusahaan untuk menegaskan kembali arah bisnis: pelanggan. Bagi PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS), momen itu bukan sekadar seremoni. Sealiknya, telah menjadi penegasan bahwa pelanggan adalah mitra, bukan sekadar pengguna jasa.
“Dalam ekosistem logistik dan kepelabuhanan yang kompetitif, pelanggan memegang peranan penting. Mereka bukan pengguna, tapi mitra strategis yang menentukan keberlanjutan bisnis,” kata Senior Vice President Komersial dan Hubungan Pelanggan TPS, Bayu Setyadi.
Menurut nya kritik, masukan, hingga saran dari pelanggan adalah fondasi dalam membangun layanan yang tidak hanya cepat, tetapi juga berdaya saing. “Komitmen kami adalah hadir sebagai mitra solutif—terbuka terhadap evaluasi, tanggap terhadap dinamika kebutuhan pelanggan,” ujarnya menambahkan.
Pasca integrasi PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo), Terminal Petikemas Surabaya memperkuat layanan dengan tiga kata kunci: standarisasi, sistemasi, dan digitalisasi. Tujuannya jelas: menciptakan efisiensi, transparansi, dan keandalan yang bisa dirasakan langsung oleh pengguna jasa.
Sejumlah inovasi telah dijalankan. Sebut saja CDR online, layanan fumigasi dan pemeriksaan kulit mentah garaman, pemantauan peti kemas longstay, hingga implementasi Automatic Damage Detection Systems (ADDS) dan Truck Booking Systems (TBS). Semua layanan diarahkan untuk memangkas proses manual yang kerap memicu inefisiensi.
Tak berhenti di situ, anak usaha Pelindo Termnial Petikemas (SPTP) inijuga tengah mengembangkan terminal operating system (TOS) yang lebih terintegrasi.
Sistem ini berbasis data dengan pusat kendali terpadu Planning & Control (PnC). Melalui PnC, aktivitas terminal bisa dipantau secara real-time, mulai dari traffic monitoring, vessel planning, hingga koordinasi layanan antara darat dan laut.
Bagi TPS, pelanggan tidak lagi diposisikan di ujung rantai layanan, melainkan di jantung proses bisnis. Dengan begitu, setiap inovasi digital maupun perbaikan sistem tak berhenti sebagai proyek internal, melainkan berdampak langsung pada pengguna jasa. “Pertumbuhan mungkin terjadi ketika kami tumbuh bersama pelanggan,” kata Bayu.
Momentum Hari Pelanggan Nasional tahun ini menjadi pengingat, bahwa bagi Terminal Petikemas Surabaya, loyalitas pelanggan tidak bisa dibeli dengan slogan. Ia dibangun lewat interaksi sehari-hari: pelayanan yang responsif, adaptif, dan berkelanjutan.
Editor : Rochman Arief